| Minggu, 16 Desember 2007 | NASIONAL |
Rampok Sikat Motor, Bunuh Pemilik Rumah
JEPARA -Ketika suasana kembali lerem (tenang-Red) seusai pesta pemilihan Petinggi (Kepala Desa) 12 November lalu, Desa Pecangaan Wetan, Kecamatan Pecangaan, Jepara, kemarin digegerkan dengan terjadinya kasus perampokan dan pembunuhan. Abdul Wahid (56 tahun), warga RT 2 RW 4, ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya. Sepeda motor Yamaha Sigma tahun 2000 warna hijau, raib. Bapak empat anak itu ditemukan oleh istrinya, Mariyatun (45), pukul 13.00, sepulang dari berjualan di Pasar Bugel, Kecamatan Kedung. ''Pintu rumah terbuka. Motor tak ada, saya kira Bapak sedang keluar. Ketika ke kamar mandi, saya melihat Bapak tergeletak. Saya langsung menjerit minta tolong,'' tutur Ny Mariyatun. Teriakan itu didengar Sahli (70), yang tinggal di depan rumahnya. Dua orang itu lantas membopong tubuh Abdul Wahid ke ruang tengah. ''Saat saya masuk kamar mandi dalam keadaan gelap. Saya membopong bagian kepala, dan Mariyatun mengangkat kaki,'' ujar Sahli. Warga pun berdatangan. Ketua RT 2 RW 4 H Moh Basuni melaporkan kejadian itu ke Polsek Pecangaan. Kapolsek Pecangaan AKP Heri Jatmiko bersama anggota meluncur ke tempat kejadian. Tak lama kemudian, petugas dari Polres Jepara tiba. Jenazah korban, diperiksa dokter Laila Shofa, dari Puskesmas Pecangaan. Hasil pemeriksaan luar, ditemukan garis melintang di leher korban. Juga ada luka memar di bagian belakang kepala. Darah keluar dari mulut dan telinga. ''Diperkirakan, kepala korban dibenturkan ke tembok kamar mandi,'' ujar Heri Jatmiko. Jenazah korban, rencananya akan langsung dikuburkan petang kemarin. Para pelayat pun sudah berkumpul. Kubur pun sudah digali. Namun, pemakaman ditunda, Minggu pagi ini, karena jenazah akan diautopsi dulu di RSUD RA Kartini. Kapolres Jepara AKBP Drs Pristio Dwiantono dan Kasat Reskrim AKP Fadly Samar SIK yang ikut memeriksa tempat kejadian dan jenazah, menginginkan autopsi. ''Ini (autopsi-Red) penting untuk memastikan penyebab kematian korban dan proses penyidikan. Selain untuk jaga-jaga jika nanti terbongkar kasusnya, sehingga tidak perlu diadakan pembongkaran kubur untuk autopsi,'' jelas Kapolres. Keluarga korban awalnya keberatan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya setuju. Tadi malam, jenazah korban dibawa untuk diautopsi di RSUD RA Kartini. Petinggi Pecangaan Wetan Kolif mengungkapkan, sejak puluhan tahun terakhir ini, baru sekarang ini terjadi kasus perampokan dan pembunuhan di desanya. ''Hingga saya dewasa, baru pertama ini terjadi,'' ujar Kolif, yang baru saja dilantik menjadi Petinggi 22 November lalu. Rumah Sepi Hasil pemeriksaan terhadap harta benda di rumah pasangan Abdul Wahid-Mariyatun, yang terletak satu km selatan Polsek Pecangaan, atau 17 km arah timur laut dari kota Jepara, tidak ada yang hilang selain motor. Barang berharga lainnya, seperti peralatan elektronik, masih utuh. Pelaku sempat mengacak-acak isi kamar, diduga mencari surat-surat kendaraan, ataupun barang berharga berupa uang dan perhiasan. Aksi kekerasan yang menyebabkan tewasnya Abdul Wahid, diperkirakan terjadi pukul 08.00. Suasana rumah sepi. Anak bungsu yang masih di kelas 3 SD berada di sekolah. Dua kakaknya mondok di Kudus. Sementara anak sulung kuliah di UIN Yogyakarta. Aktivitas harian korban, seusai shalat subuh mengantar istri dengan motor Sigma Nopol K-3076-RL ke pasar Bugel, Kedung. Kira-kira 10 km arah barat dari rumah korban -melewati jalan raya Desa Troso, Pecangaan. Usai mengantar, kembali ke rumah. Pagi hari biasanya mencuci pakaian. Kemarin, mesin cuci sudah terisi air, diperkirakan korban akan mencuci. Sementara motor dimasukkan ke rumah. Diperkirakan, pelaku menyergap korban di kamar mandi. Kepala dibenturkan ke dinding, sehingga darah mengucur dari telinga dan mulut. Polisi menemukan puntung rokok Dji Sam Soe kretek di kamar mandi dan pisau aluminium (pisau roti). Namun, petugas sulit melacak sidik jari atau jejak pelaku karena kondisi tempat kejadian perkara (TKP) sudah banyak berubah. Korban sudah dipindahkan serta banyak jejak kaki dan lumpur masuk rumah karena hujan. Polisi masih mengembangkan kasusnya. Apakah murni aksi pencurian dengan kekerasan (curas), ataukah ada motif lain. Warga setempat, pagi kemarin ada yang melihat tiga laki-laki nongkrong dekat rumah korban. Selain itu, ada yang melihat seorang laki-laki berjaket hitam, tanpa helm naik motor Sigma Hijau keluar dari halaman rumah korban ke arah utara (jalan menuju Polsek). (kar-62) | ||||