logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 Desember 2007 NASIONAL
Line

Ical Terkaya, Korban Lapindo Pasti Dibayar

JAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, banyaknya pengusaha nasional yang berhasil menduduki deretan orang terkaya dunia menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia bertumbuh.

Tercantumnya Menko Kesra Aburizal Bakrie (Ical) sebagai pengusaha terkaya Indonesia juga membuat korban semburan lumpur PT Lapindo, salah satu anak perusahaan milik Ical, lebih tenang, karena ada jaminan kerugian mereka dibayar.

Menjawab wartawan usai shalat Jumat di Kantor Wapres, kemarin, Kalla mengaku mendapat kejutan dengan tampilnya Ical sebagai orang terkaya di Indonesia. Sebab, selama ini ada kesan deretan teratas orang terkaya di negeri ini didominasi oleh pengusaha nonpribumi.

"Saya tak mau dikotomi soal pribumi atau nonpribumi. Tetapi ini untuk pertama kalinya dalam sejarah orang pribumi menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Kita harus hargai itu," katanya.

Menanggapi adanya kontradiksi mengingat persoalan ganti rugi korban lumpur di Porong, Sidoarjo yang hingga kini belum tuntas, Kalla justru melihat sebaliknya. "Dengan itu (Bakrie sebagai orang terkaya) membuktikan semua pasti dibayar. Toh cuma sekitar Rp 3,4 triliun. Jadi masyarakat Porong, Sidoarjo bisa lebih tenang sekarang. Tak usah khawatir, karena pasti bisa dibayar," kata Kalla.

Tumbuh

Dia mengatakan, banyaknya orang kaya Indonesia seperti yang dilansir majalah Forbes menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh. Dengan banyaknya orang kaya Indonesia, mereka akan menjalankan perusahaannya dengan baik. Dengan demikian akan terbuka lapangan kerja yang menampung para pengangguran, yang pada akhirnya akan mempunyai efek mengurangi kemiskinan. "Kita harus hargai itu. Artinya itu usaha keras, keberanian dan sebagainya. Dan berarti pertumbuhan ekonomi baik. Jadi kemiskinan akan turun." Ketika disinggung soal dirinya yang oleh majalah Forbes hanya tercantum di urutan 30 daftar orang terkaya dengan kekayaan 15 juta dolar atau sekitar Rp 135 miliar, Kalla hanya tertawa.

"Saya belum baca itu. Saya tidak tahu dari mana data itu. Saya tidak merasa seperti itu. Jadi terserah Forbes," katanya tak peduli. Kalla juga menanggapi santai posisinya yang berada di bawah adik iparnya, Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud yang tercantum diurutan 24. "Kalau digabung kan tinggi juga," kata Kalla sambil tertawa. (A20-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA