| Sabtu, 15 Desember 2007 | NASIONAL |
Sragen Raih IGA 2007JAKARTA- Kabupaten Sragen, meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2007 dari Departemen Dalam Negeri. Penghargaan yang sama juga diraih Kabupaten Jembrana (Bali) dan Kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur). Penghargaan tersebut diserahkan Sekjen Depdagri Diah Anggraini kepada Bupati Sragen Untung Wiyono, Bupati Jembrana I Gde Winasa dan Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak di Depdagri, kemarin. Penghargaan IGA merupakan salah satu bentuk apresiasi Depdagri untuk memacu daerah meningkatkan pelayanan publik yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Sragen, Jembrana dan Kutai Timur telah melakukan inovasi yang terbaik dalam hal pengelolaan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik dan pemasaran, promosi investasi daerah," kata Diah Anggrani. Menurutnya, bila tahun ini hanya tiga daerah, tahun depan diharapkan akan banyak daerah lagi yang bisa berprestasi serupa. Dikatakan, di era globalisasi yang sarat kompetisi, Pemda dituntut meningkatkan kemandiriannya menghadapi persaingan dan tuntutan perubahan jaman. Dalam kesempatan itu, Bupati Sragen Untung Wiyono mengatakan, keberhasilan Sragen tidak lepas dari pelayanan one stop service yang terpadu menggunakan situs web www.sragenkab.go.id. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, pihaknya bertekad melakukan pemberdayaan masyarakat yang kuat dalam bidang UKM dan pendidikan yang berbasis teknologi. "Kami memang pionir dalam penyelenggaraan one stop service, dan akan menuju Kabupaten yang cerdas," katanya. Cabut Retribusi Untung menambahkan, pihaknya telah mencabut 17 retribusi yang membebani masyarakat dan mengembangkan paradigma bisnis di jajarannya, yang berarti menghilangkan kebiasaan retribusi minded. Selain itu karena semua bersifat transparan, pembangunan sebuah jembatan di Sragen bisa ditekan biayanya dari Rp 9 miliar menjadi Rp 4 miliar saja. Menurutnya, dengan adanya pelayanan one stop service, transparansi serta efisiensi di berbagai bidang, Sragen sedikit demi sedikit berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakatnya yang berjumlah 1 juta orang lebih. Pertumbuhan ekonominya pun pada kuartal I 2007 berdasarkan kajian Bank Indonesia mencapai 6,8 persen pertahun. Bupati Jembrana I Gde Winasa mengatakan, inovasi yang dilakukan pertama kali adalah Salome (satu lobang rame-rame) yang berarti satu loket pelayanan untuk berbagai urusan. "Jujur saya awalnya mencontoh Sragen. Tapi, di Jembrana istilahnya jadi Salome dan tidak boleh ada pintu terbuka. Cukup lubang saja. Kalau ada pintu maka ada peluang untuk kolusi," katanya. Sedangkan Bupati Kutai Timur Awang Faroek mengatakan, Kabupaten Kutai Timur, telah berhasil mendatangkan 60 investor tingkat nasional dan internasional dalam tiga tahun. Pihaknya juga komitmen memberikan jaminan keamanan, kepastian hukum dan pelayanan yang cepat. (F4-49) |