| Sabtu, 15 Desember 2007 | NASIONAL |
Rem Truk Sempat Diperbaiki di Tegal
BATANG - Lagi-lagi kecelakaan tunggal terjadi di jalur pantai utara Alas Roban, bundaran Kutosari, Masjid Al Huda, Kotosari, Gringsing. Peristiwa maut yang menimpa tronton PT Jaya Raya nopol L-9182-J itu menyebakan tiga nyawa melayang seketika. Di tempat itu sudah berulangkali terjadi kecelakaan, dan menimbulkan korban baik luka ringan, berat, maupun meninggal dunia. Pada peristiwa Jumat Kliwon kemarin, salah satu korban tewas adalah Serma Jarno (44) anggota Korps Marinir TNI AL dari Divisi Pantai Komando Armada Timur (Koarmatim) yang beralamat di Jl Kalasan 3B 16/2 Kedung Kendo, Sidoarjo, Jatim. Dua korban tewas lainnya, kru kendaraan masing-masing Mat Basori (44) beralamat di Kampung Tanjungsari RT 11 RW 1 Kecamatan Taman, Sidoarjo, dan Andik Hermawan (33) warga Kampung Bandar Kidul Gang II RT 7 RW 1 Mojoroto, Kediri. Ketiga korban tewas seketika karena terjepit kabin truk setelah terbalik. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu berawal ketika tronton pengangkut puluhan ribu kaleng susu kental manis yang berjalan dari arah barat jalan lingkar selatan (jalan beton) menuju ke arah Semarang sekitar pukul 03.00. Diduga kendaraan yang dikemudikan Mat Basori itu mengalami rem blong saat akan memasuki putaran (u-turn) Kutosari. Roda Tak Layak Padahal saat itu kecepatan kendaraan tinggi. Karena laju tidak terkendali, kendaraan menghantam tembok Madrasah Al Huda. Truk langsung terbalik, bagian kabin ringsek. Suara yang ditimbulkan saat truk menghantam tembok mengejutkan warga sekitar. "Suaranya menggelegar seperti bom. Begitu kami keluar melihat, kaleng susu kental manis berserakan, sedangkan penumpang sudah tidak bergerak sama sekali," ujar Khaeron yang bangunan depan rumahnya rusak karena terkena sambaran truk itu. Kapolsek Gringsing AKP Wiler Napitupulu bersama anggota dan warga sebenarnya sudah berusaha mengeluarkan korban dari genjetan kabin. Namun usaha itu tidak berhasil. Barulah, setelah didatangkan alat berat dari CV BK satu per satu korban bisa dikeluarkan. "Dari olah tempat kejadian, ditemukan roda vulkanisir, rem tidak berfungsi, dan gigi masuk tiga. Selain itu tidak ditemukan tanda bekas rem di jalan,"ujar Kapolres AKBP Edi Suroso seusai mengecek lokasi kemarin. Kanitlaka menerima informasi, truk itu pada Kamis (13/12) berhenti di rumah makan di Tegal, untuk diperbaiki remnya. Kasi Sarana dan Prasarana Kantor Perhubungan Agus Supriyanto menyatakan, roda sumbu dua bagian kanan luar belakang sudah tidak layak. "Rodanya sudah gundul." (ar-62) | ||||