logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 Desember 2007 NASIONAL
Line

DPRD Cilacap Terbantu KP2KKN

SEMARANG- Komisi A DPRD Cilacap mengaku sangat terbantu adanya monitoring KP2KKN Jateng terhadap dugaan korupsi setelah mengunjungi lembaga itu, Jumat (14/12). Kedatangan mereka berkait publikasi hasil monitoring dan evaluasi komite itu terhadap persebaran kasus korupsi di Jateng. Cilacap merupakan daerah yang mengalami kerugian terbesar kedua setelah Demak. Hadir Aang Hartadi, Suwarsono, Soedarno, H Suparno, Hartimah, Indra Sunarno, Eko Prasojo, Agus Purwanto, dan Sugrino.

Joko JP, koordinator Penelitian dan Monitoring KP2KKN, menerangkan, tidak semua kasus yang disertakan dalam data berasal dari tahun 2007. Tetapi kasus warisan tahun-tahun sebelumnya, yang proses hukumnya terkatung-katung.

Dipaparkan Joko, ada 11 kasus dugaan korupsi yang terjadi di Cilacap, tujuh di antaranya kasus di eksekutif, empat di legislatif, yang dapat menyebabkan Cilacap mengalami kerugian daerah sebesar 107,9 miliar. Jumlah itu adalah yang terdeteksi.

Atas berbagai penjelasan yang disampaikan KP2KKN, para anggota Komisi A DPRD mengaku puas. Soedarno menyatakan, ada hal-hal hal yang sekarang menjadi jelas. "Seperti adanya kasus warisan itu, mulanya kami mengira seluruhnya berasal dari 2007," ucapnya.

Satu sinyal positif ditunjukkan oleh anggota Dewan Cilacap. Mereka berjanji akan menyampaikan substansi pertemuan itu kepada masyarakat. Sekaligus akan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengecek kembali data tersebut. "Kami akan panggil Bawasda untuk menyilangkan data-data yang kami dapat di sini," tutur Agus Suwarsono. (H30-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA