logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 Desember 2007 NASIONAL
Line

60 Tangki BBM Oplosan Disita

  • Operasi di Solo dan Semarang

SM/Fahmi ZM DIAMANKAN DI MAPOLDA: Sejumlah truk tangki yang ditengarai memuat solar oplosan diamakan di Mapolda Jateng, Jumat (14/12) sore. (57)

SEMARANG- Enam puluh tangki bahan bakar minyak (BBM) disita Polda Jateng dalam operasi besar-besaran di Semarang dan Solo, Jumat (14/12). Operasi dengam menerjunkan dua tim dengan dipantau langsung Wakapolda Brigjen Drs Adang Rochyana.

Tim pertama dipimpin Kanit Resmob Polwiltabes Semarang AKP Yahya R Lihu SH mengincar sasaran di Solo dan sekitar. Tim kedua dipimpin AKP Marsudi SH, mengendus sejumlah sasaran di Semarang.

Di Kota Semarang, petugas menemukan puluhan ribu liter BBM oplosan saat menggerebek sebuah gudang di Ngablak, Muktiharjo Lor, Genuk. Hal sama juga dijumpai saat menggerebek gudang di Jl Kartini No 1 Bawen, Kabupaten Semarang.

Dua lokasi pangkalan minyak di wilayah eks Karesidenan Surakarta yang digerebek terletak di Jalan Blewah Raya, Karangasem, Laweyan, Solo dan Jalan Slamet Riyadi, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.

Pangkalan minyak tersebut milik pengusaha minyak berinisial Ay (34), yang selama ini tinggal di Banjarsari, Solo. "Kami mengamankan sembilan pelakunya," papar Direskrim Kombes Masjhudi.

Pihaknya belum bisa menyebutkan nama lengkap pelaku karena masih dalam pengembangan penyidikan. Selain Ay, delapan pelaku lainnya berinisial H dan B (dari Solo). Kemudian S,S,A,A,S dan P, keenamnya dari Kota dan Kabupaten Semarang.

Dijual Bebas

Menurut Direskrim, penggerebekan tersebut dilakukan karena ada dugaan pelaku mengoplos solar dengan minyak tanah. Juga menyalahgunakan BBM yang didistribusikan pemerintah. "BBM oplosan ini kemudian dijual bebas ke masyarakat dan sejumlah pabrik," kata Direskrim didampingi Kasat I Opsnal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK dan Kanit Resmob Polda AKP Puji Sumarsono SH MHum.

Hingga kemarin petang, total jumlah truk tangki yang diamankan di lapangan upacara Mapolda dan halaman Ditreskrim mencapai 10 unit. Sisanya, 10 unit diperkirakan hingga malam hari sudah mulai dibawa penyidik untuk diamankan di Mapolda.

Untuk 40 tangki duduk, masih berada di sejumlah gudang yang telah digerebek. Direskrim memperkirakan jumlah tersangka dan barang bukti akan bertambah.

Salah seorang pengusaha BBM asal Solo yang diamankan, Ay mengatakan, solar dan minyak tanahnya merupakan sisa hasil lelang di Mapolda Jateng pada 2005 lalu. Saat itu dia mendapatkan 150.000 liter. "Solar yang saya miliki murni tanpa campuran," paparnya.

Apa yang kini dipersoalkan petugas, lanjut dia, adalah masalah asli atau tidaknya sisa waktu surat lelang untuk pengesahan izin operasional minyak solar yang dimiliki.

Namun dia tetap yakin bahwa surat lelang yang dikeluarkan Polda Jateng-waktu Kapolda dijabat Chaerul Rasjid-masih berlaku dan dijamin keasliannya.

Sepi

Pantauan harian ini di dua lokasi, tidak terlihat adanya aktivitas. Pintu gerbang kedua lokasi yang digerebek tertutup rapat. Tidak ada police line yang terpasang, sehingga orang awam tidak tahu kalau tempat tersebut habis digerebek petugas.

Saat Suara Merdeka mengintip dari celah pintu gerbang yang terbuka, terlihat ada sejumlah mobil tangki minyak di dalam.

Warga di sekitar pangkalan di Jalan Slamet Riyadi, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo mengaku tidak tahu menahu, polisi baru saja menggerebek tempat tersebut.

"Dari tadi tidak ada aktivitas. Saya nggak tahu kalau tadi ada polisi yang mendatangi tempat itu," tutur penduduk, yang menolak menyebut namanya.

Sementara di lokasi Jalan Blewah Raya, Karangasem, Laweyan, Solo, kondisinya juga sama. Dari celah pintu gerbang, terlihat ada sejumlah mobil tangki di dalam pangkalan.

Ketua RT 5 RW 8 Haji Sunardi mengaku, pangkalan minyak tersebut dulunya bengkel bus. Sekitar dua tahun silam, tanahnya dibeli oleh Ay. (D12,H21,G11,H44-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA