| Sabtu, 15 Desember 2007 | NASIONAL |
"Jalan Mana yang Tidak Nyambung?"
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Rina Iriani bingung dengan tudingan Kamal Fauzi, anggota Komisi D DPRD Jateng, tentang jalan tembus Karangayar-Magetan. Sebab tidak ada jalan yang tidak nyambung, yang menghubungkan dua provinsi tersebut. "Bagian mana yang tidak nyambung? Jalan yang menghubungkan dua provinsi itu di jembatan Bancolono, malah sudah jadi dan mulus. Tinggal jalan bagian masing-masing memang ada yang belum jadi, karena menunggu dana dari pusat. Kalau jalan belum jadi disoal, bagaimana mau dijawab?" kata dia kepada wartawan, kemarin. Sebagaimana diwartakan, anggota FPKS itu menyoal jalan tembus yang dinilainya tidak nyambung. Jalan dari arah Karanganyar posisinya lebih tinggi, sementara yang dari arah Magetan lebih rendah. Dia menyarankan dua pimpinan daerah dua kabupaten itu untuk bermusyawarah ulang. Rina mengatakan, yang terlihat tidak nyambung justru kebalikan dari data yang diperoleh anggota Komisi D DPRD Jateng itu. Bila yang dimaksud jalan di atas kawasan Irung Petruk di Gondosuli, jalan itu menjadi bagian Karanganyar, bukan pertemuan Karanganyar-Magetan. "Kalau itu memang iya. Jalan dari arah puncak, memang seperti putus, karena tingginya tiga meter dibandingkan dengan jalan dari arah bawah Tawangmangu. Itu juga masih terpotong dengan jalan lama yang biasa disebut kawasan Irung Petruk tersebut. Kalau itu malah benar, tapi itu jalan belum jadi," kata dia. Gubernur Jateng Ali Mufiz berjanji akan mengecek temuan Komisi D itu. "Nanti akan saya cek dan tanyakan langsung kepada pihak yang terkait," katanya. Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), H Boyamin Saiman menduga, tidak nyambung-nya permukaan jalan tembus tersebut karena kesalahan konstruksi. "Dinas Bina Marga dan pimpinan proyek pembangunan jalan itu semestinya bertanggungjawab," katanya, Jumat (14/12). (an,H7,H37-62) | ||||