logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 Desember 2007 NASIONAL
Line

Voli Raih Emas, Bulu Tangkis Sapu Bersih


RAIH EMAS: Pebulutangkis Indonesia Vita Marissa yang berpasangan dengan Flandy Limpele mengembalikan bola kepada lawannya Sudked Prapakamol/Saralee Thongthongkam pada final ganda campuran, kemarin. Flandy/Vita memenangkan pertandingan dan meraih emas. Kegembiraan juga ada di cabang voli Indonesia, para pemain berteriak merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Vietnam 3-0. (57)

NAKHON RATCHASIMA- Indonesia menyapu bersih tujuh medali emas cabang bulu tangkis yang diperebutkan di SEA Games XXIV/ 2007 Thailand. Dalam final lima nomor yang dipertandingkan di Hall Universitas Vongchavalitkul, Nakhon Ratchasima, kemarin, semua pemain Indonesia tak terbendung.

Sementara itu, tim bola voli indoor putra juga berhasil mewujudkan impian meraih emas. Erwin Rusni dkk tak hanya sukses menjadi yang terbaik, mereka juga berhasil membalas kekalahan dari Vietnam saat laga penyisihan. Tim Merah Putih pada final kemarin menang 3-0 (25-21, 25-20, 25-22) atas Vietnam.

Puluhan mahasiswa asal Indonesia yang menempuh studi di Thailand tak sia-sia memberikan dukungan kepada tim bulu tangkis. Lima emas nomor perseorangan itu menggenapi dua emas dari nomor beregu putra-putri yang diraih tiga hari lalu di tempat yang sama.

Di nomor ganda campuran pasangan Flandy Limpele/Vita Marissa menjadi "mesin emas" pertama setelah menumbangkan pasangan Thailand, Sudked Prapakamol/Saralee Thongthongkam dua set langsung, 21-14, 21-15.

Di tribune "perang" suporter pun membuncah. Ratusan pelajar Thailand dengan gerakan dan teriakan atraktif nyaris menenggelamkan yel-yel pendukung Indonesia. Di antara para penonton Indonesia ini ada bintang acara "Republik Mimpi" Effendi Ghazali dan Gus Pur yang menjadi komando.

"Tidak ada yang repot di bulu tangkis," celetuk Gus Pur. Dukungan juga datang dari beberapa staf Kedutaan Besar RI. Puluhan mahasiswa Indonesia di Thailand tak kalah semangat.

"Saya sudah yakin Indonesia akan menang," kata Dyah Kinasih, mahasiswi asal Malang yang belajar di King Mongkut's University of Technology Chon Buri. Selain itu banyak mahasiswa dari Chulalongkorn University dan Asian Institute of Technology Bangkok.

Partai ganda campuran ini lebih sarat ketegangan, karena pasangan Sudked/Saralee dianggap sebagai lawan terberat Indonesia setelah di semifinal mengandaskan Nova Widianto/Lilyana Natsir. Namun Limpele/Marissa ternyata tak menemui kesulitan ketika mejinakkan harapan besar tuan rumah tersebut. Suporter Thailand langsung bungkam setelah pasangan yang didukung kalah.

Di tunggal putri, Maria Kristin Yulianti meraih emas dalam all Indonesia final dengan mengalahkan Adriyanti Firdasari, 21-16, 21-15. Pertandingan kembali ramai setelah Taufik Hidayat menghadapi andalan Singapura Lee YH Kendrick di tunggal putra. Pada partai ini, ratusan suporter Thailand membalik arah dukungannya ke Indonesia. Taufik Hidayat, juara Olimpiade 2004, juga dengan mudah mematahkan Lee.

Pada set pertama dia menang 21-15. Set berikutnya, suami Ami Gumelar itu hanya memberi nilai sembilan kepada Lee untuk menyudahi pertandingan.

Di ganda putri, pasangan Lilyana/Marissa mendapatkan emas setelah menang 2-0 atas pasangan Jo Novita/Gresya Polii dalam all Indonesia final.

Pada partai terakhir di ganda putra, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan mengandaskan pasangan Singapura, Wijaya/Henry Saputra dengan 21-17, 21-12. Perolehan emas di cabang bulu tangkis ini jauh melampaui target, dari empat emas terealisasi tujuh emas. (*-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA