|
|
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Basuki
mati? Ya meninggalkan warisan kelucuan. Kita tentu tidak sedang bermain-main
dan cengengesan di tengah kesedihan keluarga pelawak eks Srimulat
itu, tetapi justru meyakini Mas Bas bangga, kasrena eksistensinya sebagai
pelucu yang telah memberi warna tersendiri dalam dunia humor di Tanah Air,
tetap disebut, diakui dalam posisi khusus hingga akhir hayatnya. Dia menyusul
Asmuni, seniornya yang telah berpulang beberapa bulan sebelumnya. Dan,
dunia lawak nasional pun kehilangan salah seorang pemicu tawa terbaiknya.
|
 |
Apakah Malaysia semakin dalam menganut paham represif? Serangkaian penangkapan
terhadap para aktivis oposisi, tokoh-tokoh partai oposisi, dan yang terakhir
penahanan singkat terhadap Anwar Ibrahim, memunculkan kekhawatiran tersebut.
Kekhawatiran itu makin kental karena sepekan sebelumnya Perdana Menteri
Abdullah Ahmad Badawi secara tegas menentang setiap bentuk demonstrasi
dan unjuk rasa. Badawi tanpa basa-basi menegaskan tidak akan menyesal sedikit
pun kalau harus menerapkan Undang-Undang Keamanan Internal (Internal Security
Act/ ISA) untuk membungkam suara oposisi.
|
 |
Sinkron dengan julukan "negara maritim terbesar", sudah selayaknya
negeri ini mempunyai visi maritim yang direfleksikan dalam pembangunan
berwawasan bahari termasuk menguatnya armada laut.
|
 |
PERKEMBANGAN demokrasi di Indonesia, ditandai antara lain oleh
tumbuh dan berkembangnya semangat politik bangsa Indonesia guna melakukan
perubahan UUD 1945. Salah satu perubahan dimaksud adalah, MPR tidak lagi
diberi amanat untuk GBHN.
|
 |
SAYA tidak tahu pasti apakah istilah ini tepat atau tidak. Yang
dimaksudkan di sini adalah gejala ketika para pemeluk agama (Islam) mulai
mencari kegunaan dari pengamalan agama berupa keuntungan yang bersifat
kekinian. Dengan kata lain agama mulai diamalkan dengan harapan memberikan
dampak keuntungan duniawi, sementara selama ini dipahami bahwa pengamalan
agama tidak seyogianya dimotivasi oleh pamrih-pamrih duniawi, seperti kekayaan,
perbaikan status sosial, kesehatan dsb.
|
 |
Melengkapi isi surat pembaca tentang biografi Soeharto berhubungan dengan
peristiwa G-30-S/PKI beberapa waktu yang lalu, tampaknya apa yang pernah
saya sampaikan bahwa sejarah berpihak kepada penguasa ada benarnya. Biografi
Soeharto pada buku pintar seri senior oleh Iwan Gayo, 1991 menggambarkan
betapa "harumnya" nama Soeharto. Padahal seperti pernah disampaikan
guru saya almarhum, pada tahun enam puluhan (sebelum peristiwa kelabu 1965),
pemrakarsa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 adalah Sri Sultan Hamengku
Buwono IX.
|
|