logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Desember 2007 NASIONAL
Line

Jalan Tembus antara Tawangmangu-Magetan Tidak Nyambung

  • Jalur Cemorosewu Lebih Tinggi

SEMARANG- Pembangunan jalan tembus Tawangmangu (Jateng) - Magetan (Jatim) yang melewati Cemorosewu belum bisa dilalui secara optimal. Berdasarkan temuan anggota Komisi D DPRD Jateng Kamal Fauzi, badan jalan dari arah Jateng ternyata lebih tinggi dibandingkan jalan yang dari Magetan.

''Komisi D pernah meninjau jalan tembus tersebut. Jalan yang dari Tawangmangu, tepatnya di sekitar Cemorosewu yang berlanjut ke arah Sarangan atau Magetan, tepatnya di perbatasan kedua provinsi tidak nyambung. Sebab, jalan yang dibangun pihak Jateng lebih tinggi jika dibanding badan jalan yang dibangun pihak Provinsi Jatim,'' katanya, Kamis (13/12).

Ketidaksesuaian tinggi badan jalan antardua wilayah ini menyebabkan inefisiensi dan memperburuk akses maupun laju investasi di kedua provinsi. Untuk mengatasinya, dibutuhkan upaya pembangunan lagi agar jalan bisa dilalui dengan nyaman.

Padahal, pembangunan jalan itu diharapkan bisa memperpendek jarak tempuh Madiun (Jatim) - Solo (Jateng) hingga 46 km atau sekitar satu jam perjalanan.

Selain itu, jalan tembus lintas provinsi itu juga diharapkan mengurangi kepadatan arus lalu lintas jalur tengah yang melewati Sragen (Jateng) - Ngawi (Jatim).

''Ketika kami tanyakan ke Bina Marga Jateng, mereka menyalahkan pihak Jatim. Sebaliknya, Jatim juga menyalahkan Jateng. Jadi memang kedua daerah harus berunding bersama untuk mencari titik temu, agar jalan tembus itu nyambung,'' ujar politikus dari PKS itu.

Proses Pengerjakan

Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo MT berjanji akan mengecek terlebih dahulu apa yang dimaksud anggota Dewan. Kalau tidak nyambung otomatis tak bisa dilalui, tapi nyatanya jalan tembus itu telah bisa dilalui. Di samping itu, ada jembatan yang menjadi penghubung.

''Pembangunan jalan itu sekarang ini masih dalam proses dan kami kerjakan secara terus-menerus. Jalur jalan yang nyeklek dengan tingkat kemiringan tinggi, diupayakan dicarikan jalur yang lebih landai atau datar, sehingga nyaman dikendarai,'' ujarnya.

Disinggung berapa dana yang telah dikucurkan, dia mengaku tak hapal. Menurut Kamal, pembiayaan pembangunan jalan yang menghubungkan Jateng-Jatim sepanjang kurang lebih 19 km itu dibiayai pemerintah pusat Rp 22 miliar.

Sementara dari masing-masing pemerintah daerah Rp 17 miliar, yang terbagi dalam beberapa tahun anggaran. Sedangkan dalam APBD Jateng 2007, telah dianggarkan Rp 2,1 miliar.(H7,H37-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA