logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Desember 2007 NASIONAL
Line

Empat Gangsir Sarang Walet Diringkus

SEMARANG- Empat warga Kampung Tersono, Batang, yang diduga terlibat aksi pencurian sarang burung walet, dapat diringkus Unit Resmob Polda Jateng, Rabu (13/12). Keempat gangsir (mencuri dengan cara menggali tanah-red) tersebut acapberaksi di wilayah Pantura Jawa Tengah. Pelaku adalah Turmudi (32), Muslikun (30), Ramidi (50), dan M Adib (45).

Tiga anggota kawanan lain yakni, J, P, dan O, hingga kini masih diburu polisi. Sejumlah lokasi yang diduga menjadi persembunyian sudah mulai disisir unit tersebut.

"Kawanan ini dipimpin oleh J. Mereka sering beraksi di wilayah pantura. Khususnya mencari sasaran sarang burung walet. Di antaranya dua kali di daerah Batang dan Kendal, satu kali di Subah, dan tiga kali di Tersono, Batang," ungkap Kasat I Opsnal Ditreskrim Polda Jateng AKBP Nelson Pardamean Purba SIK didampingi Kanit Resmob AKP Puji Sumarsono SH MHum, saat menggelar kasus tersebut, Kamis (13/12) siang.

Dari tangan keempat tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah linggis, parang dan tali tambang yang digunakan untuk beraksi. Mereka ditangkap dalam operasi bersandikan ''Operasi Sarung (sarang burung) Candi 2007''.

Kendati sering berganti-ganti pasangan dalam setiap aksinya, J sebagai pimpinan selalu terlibat. Dialah yang mengatur dan merancang dari awal hingga akhir pencurian. Termasuk membagi hasil curian.

J pula yang merancang dalam setiap aksinya selalu merekrut dan melibatkan "jagoan" dan petugas keamanan di daerah lokasi pencurian untuk mempermudah aksi, agar masyarakat daerah yang bakal jadi sasaran pencurian tidak terlalu curiga.

Kali terakhir, kawanan tersebut menyikat sarang burung walet di rumah milik Ediyanto (45) di daerah Tersono, Batang, tanggal 4 Desember 2007 lalu.

Ketua RT

Ketika itu, J mengajak Turmudi, Muslikun, Ramidi, dan Adib. Bahkan Muslikun adalah mantan penjaga rumah walet tersebut. Sedangkan Ramidi adalah Ketua RT dan kepala satuan keamanan daerah setempat. Keempat tersangka sengaja dilibatkan dengan kebagian tugas menggangsir.

"Awalnya saya diajak mencuri oleh J. Dia beberapa kali bertamu ke rumah saya dan membujuk agar saya mau ikut dalam komplotan ini. Sebelum beraksi, pukul 13:00 dia kembali datang ke rumah saya tanggal 4 Desember itu," kata Ramidi.

Setelah disepakati, kawanan itu kemudian menggali tanah pukul 20:00 hingga pukul 14:00 keesokan harinya. Mereka ngebut menggali lubang dengan linggis dan cangkul secara bergantian.

Ketika bekerja, dua pelaku bertugas mengawasi suasana, sisanya menggali tanah.

Untuk menghindari kecurigaan warga, kawanan ini memilih sarang burung yang sepi. Lokasinya kalau bisa dipilih yang jauh dari permukiman penduduk. (H21,D12-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA