| Jumat, 14 Desember 2007 | NASIONAL |
Rencana Pembatasan PremiumHarga Bahan Pokok Tidak TerpengaruhJAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan pembatasan penggunaan premium ke pertamax tidak akan berdampak kepada kenaikan harga pokok. Efeknya kebijakan itu sangat kecil, karena komponen harga sembako tidak mengalami kenaikan. Dikatakan, salah satu alasan pembatasan itu agar subsidi yang membebani anggaran negara tidak dinikmati oleh golongan orang mampu. ''Jangan dana yang penting bagi masyarakat untuk menyubsidi orang yang mampu. Itu prinsip pokoknya,'' tegas Wapres dalam dialog publik yang disiarkan radio Elshinta dari Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (13/12). Kalla minta masyarakat tidak khawatir dengan rencana pembatasan premium, sebab kebijakan tersebut bukan diberlakukan kepada jenis BBM keseluruhan. Tapi hanya premium berkualitas tinggi yang biasanya digunakan mobil kalangan atas. ''BBM yang banyak digunakan rakyat kecil seperti minyak tanah, solar, bensin untuk motor dan angkutan umum seperti angkot, bus dan truk, itu pasti tidak akan dinaikkan. Jadi tenang saja,'' katanya menghibur. Kalla mengakui, pemerintah saat ini masih menghitung mengenai rencana pembatasan premium oktan 88 tersebut. Sebab kebijakan itu disusun saat harga minyak dunia berada di kisaran 99 dolar per barel, sedangkan saat ini sudah turun ke kisaran 88 dolar. Dia menjelaskan, kebijakan membatasi pemakaian premium diambil karena jika konsumsi minyak terus naik seperti sekarang subsidi yang ditanggung negara akan semakin tinggi. Apalagi subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh orang kaya. Karena itu kalau subsidi yang tinggi itu harus dikurangi, maka pemerintah minta agar masyarakat yang mampu membayar beban yang memang harus dipikulnya. (A20-48) |