logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Desember 2007 NASIONAL
Line

inmemoriam

Mengenang Mas Bas, Legenda Lawak Srimulat (2)

Tukul pun Meniru Gaya Banyolannya


SM/Sumardi PANJATKAN DOA: Agum Gumelar, Rano Karno serta rekan-rekan dan keluarga memanjatkan doa bagi almarhum Basuki yang dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).(30)

JAUH sebelum dikenal seperti sekarang, Basuki rupanya pernah memprediksikan Tukul Arwana bakal menuai kesuksesan. Basuki pernah ngramal kalau Tukul nantinya akan ngetop. Terbukti, petuah Basuki tersebut tak meleset. Tukul kini menjadi salah satu ikon komedian yang dimiliki Indonesia.

"Saya dulu sempat diberi nasihat sama Mas Basuki. Saya ingat betul waktu dia bilang, kowe iso ngetop nek gelem sinau (kamu bisa ngetop kalau mau belajar-red)," kata Tukul ketika dihubungi Suara Merdeka, Kamis (13/12) malam.

Kedengarannya sepele, hanya masalah belajar. Tapi bagi Tukul, lontaran Basuki semasa hidup susah itu benar-benar dia ugemi. Pelan tapi pasti, dia merasakan hasilnya. Ya itu tadi, berkat belajar. Termasuk belajar bahasa, gaya melawak dan polah tingkah sewaktu di atas panggung.

Makanya, meski sedang khusuk menunaikan ibadah haji di tanah suci, Tukul begitu antusias ketika diminta mengenang konco kentel-nya tersebut. Di mata Tukul, Basuki tidak saja lihai melawak ketika di panggung. Almarhum juga dikenal seniman serba bisa yang memulai karir benar-benar dari bawah. Basuki yang dia kenal adalah Basuki yang piawai menari, main ketoprak, dan sinetron.

"Bakat seni Mas Bas, turun dari keluarganya. Saya salut dan kagum dengan kegigihan dia untuk tetap mengembangkan bakatnya di dunia lawak," kata Tukul yang saat ini sedang naik haji bersama istrinya, Susiana dan Gus Tanto, guru spiritualnya.

Makanya, ketika kali pertama dihubungi Rano Karno melalui telepon, dia sangat kaget dan begitu sedih. "Saya langsung mendoakan semoga amal dan ibadah Mas Bas agar diterima di sisi Allah SWT, mumpung di Madinah. Kita kehilangan salah satu seniman serba bisa yang pernah dimiliki Indonesia," kata Tukul terbata-bata.

Karena dianggap seniman serba bisa, Tukul pun tak sungkan-sungkan menjiplak beberapa lawakan Basuki. Di antaranya yang kerap dia pakai kalau manggung adalah logat bicara Basuki yang kenceng. "Itu yang sering saya pakai." Bahkan, di awal-awal merintis karir di Srimulat, Tukul sering mengamati gaya lawakan Basuki. Sisi postif lain yang ditiru Tukul adalah soal percaya diri Basuki.

Kedekatan Emosional

Kedekatan dua pelawak top itu, boleh dikata seperti seorang sohib. Selain sama-sama merintis dari bawah dan dibesarkan dari dunia lawakan, keduanya mempunyai kedekatan emosional. Mengapa? Karena sama-sama berasal dari Kota Semarang. "Saya masing sering main bareng sama Mas Bas. Terakhir saya show bareng Mas Bas di Pontianak sebulan lalu. Bahkan saya juga mengundang khusus agar Mas Bas mau tampil di acara Empat Mata. Dua kali malah, yang terakhir dua bulan lalu," ungkap komedian yang pernah tinggal dan besar di Jl Perbalan Purwosari V Nomor 754, Kelurahan Purwosari, Semarang Utara.

Sebagai warga Semarang, Basuki pernah pula mengutarakan niatnya untuk membesarkan dunia kesenian di Semarang. "Itu dia katakan waktu main ketoprak di Gedung PLN Krapyak Semarang," ungkap Tukul.

Seniman ketoprak Semarang, Joko Susanto, yang pernah beberapa kali tampil sepanggung dengan Basuki mengakui kalau putra pelawak Pete itu seniman serba bisa. "Sudah cari orang seperti dia. Mas bas kalau dipanggung bisa improvisasi tanpa harus latihan," kata pria yang dijuluki sebagai juragan kethoprak Semarang ini.

Berkat masukan dari Basuki pula, Joko "Gatotkoco", begitu nama bekennya, akhirnya mendirikan Paguyuban Seni Rancak Sari. Dia ingat ketika usai main ketoprak di TBRS, Basuki bilang, "Mbok yao seniman Semarang itu didandani Pak Joko.'' (Fahmi Z Mardizansyah-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA