logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Desember 2007 NASIONAL
Line

Penembak Direktur JLEC Empat Polisi

SEMARANG- Kasus penembakan terhadap Executive Director Programs Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Akademi Kepolisian (Akpol), Lester Cross, pada Minggu (25/11), kini terungkap.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Drs H Dody Sumantyawan HS SH, pihaknya sudah memeriksa empat polisi dari kesatuan narkoba Polres Klaten, yang diduga terlibat dalam kasus penembakan itu. ''Statusnya masih sebatas sebagai saksi. Kita masih memeriksa empat personel dari Sat Narkoba Polres Klaten. Juga untuk mengetahui lebih detil kronologi penembakan tersebut,'' kata Kapolda, Jumat (7/12).

Dia mengungkapkan, kasus itu berawal dari penangkapan seorang gembong narkoba di Klaten, Sabtu (24/11) malam. Tersangka yang dibekuk Sat Narkoba Polres Klaten adalah Dwi Hatmoko alias Ompong (35).

Tersangka merupakan warga Desa Nglinggi, Kecamatan Kebonarum daerah tersebut. Petugas menyita barang bukti 0,2 gram sabu-sabu dan uang Rp 150.000 yang disimpan di saku tersangka.

Dari keterangan tersangka, kata Kapolda, kesatuan itu memperoleh informasi bakal terjadi transaksi narkoba di jalan sepi jalur Jl Yogya-Solo, Minggu (25/11) pukul 10.35.

Tersangka Dibawa

Empat anggota Sat Narkoba kemudian menyebar di sekitar lokasi transaksi. Sementara itu, tersangka yang ditangkap juga dibawa agar petugas dapat lebih mengenali para pelaku yang akan ditangkap.

Tidak lama kemudian sebuah mobil Toyota Kijang B-8895-VV yang ditumpangi Lester Cross dan keluarganya melintas pelan. Kemudian di dekat sebuah warung, mobil berhenti.

''Saat itu sopir Lester Cross turun dan bertanya kepada seseorang di dekat warung. Ya karena salah jalan dan tidak tahu jalur ke arah Yogya,'' kata Kapolda.

Rupanya orang yang ditanya sopir Lester adalah tersangka narkoba lain yang diincar anggotanya dan akan melakukan transaksi. Karena itulah personel yang sudah lama menunggu langsung menduga sopir Lester adalah pembeli narkoba.

Mobil salah seorang direktur sekolah teroris internasional itu langsung dihentikan. Namun Lester yang juga salah seorang anggota Australian Federal Police (AFP) atau polisi federal Australia, memerintahkan untuk tancap gas.

Akhirnya anggota yang akan menyergap langsung mengeluarkan tiga tembakan peringatan tiga kali ke atas. Baru kemudian satu tembakan diarahkan ke ban mobil dan satu lagi ke bodi mobil.

Dia lolos dari sergapan polisi. Namun menurut Kapolda kejadian itu tidak langsung dilaporkan ke Polres Klaten.

''Jadi itu anggota salah menyergap. Kita tetap proses kesalahan ini,'' tandas Kapolda. (D12,H21-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA