| Jumat, 07 Desember 2007 | NASIONAL |
Pesan Kepercayaan Diri dari Nakhon
NAKHON RATCHASIMA- Stadion Utama Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Raja Bhumibol Adulyadej, Nakhon Ratchasima, semalam berubah menjadi lautan kuning. Sekitar 20.000 penonton memenuhi stadion yang baru saja kelar pembangunannya itu untuk menyaksikan pembukaan SEA Games 2007. Seluruh penonton Thailand berpakaian warna kuning, termasuk panitia, sebagai tanda unjuk kecintaan mereka terhadap Raja Bhumibol. Warna kuning adalah warna kebesaran keluarga kerajaan Thailand. Nakhon Ratchasima, kota terbesar keenam di Thailand yang berpenduduk tak lebih dari 165.000 jiwa telah mengirimkan pesan tentang sebuah kepercayaan diri sebuah bangsa. Ini adalah untuk kali kedua Thailand "menyerahkan" posisi tuan rumah SEA Games ke luar ibu kota setelah yang pertama di Chiang Mai 1995. Padahal negara-negara lain belum satu pun membagi pesta kecil itu ke luar ibukotanya. Sebanyak 8.793 penari dari 35 institusi di Nakhon Ratchasima dilibatkan dalam atraksi besar yang secara resmi dibuka oleh Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Maha Vajiralangkorn, mewakili ayahnya Raja Bhumibol Adulyadej itu. Putra Mahkota didampingi oleh putrinya Sirivannavan Nariratana. Bhumibol tak bisa datang karena alasan kesehatan setelah selama beberapa hari berkeliling negara untuk menerima ucapan selamat dari rakyatnya. Sehari sebelum pembukaan SEA Games, sang raja yang naik tahta pada 1950 itu memang berulang tahun yang ke-80. Pertunjukan Nariratana, cucu Bhumibol yang mendampingi ayahnya dalam upacara pembukaan, kemudian berjalan menuruni tangga menuju lapangan dan ikut berpawai bersama kontingen Thailand. Maklum, dia memang seorang atlet dan akan ikut bertanding di cabang bulu tangkis. Upacara dibuka dengan pertunjukan "The Journey of SEA Games to Korat", sebuah tarian yang mengisahkan bagaimana provinsi di timur laut Thailand itu berhasil meyakinkan negara Asia Tenggara lainnya untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu. Secara keseluruhan, terdapat delapan pertunjukan yang ditampilkan dan semuanya diawali dengan kalimat "The Amazing", yaitu The Amazing Great King, The Amazing E Saan Wonder, The Amazing Glorious City, The Amazing Sport Ceremony, The Amazing Royal Flame, The Amazing Friendship, dan The Amazing Celebrations. Kontingen Indonesia mempercayai pembalap sepeda gunung Sugianto "Ho-Ho" Setyawan sebagai pembawa bendera. Dengan prestasinya, Chief de Mission kontingen Indonesia Achmad Soetjipto berkesimpulan Sugianto paling pantas mendapatkan kepercayaan sebagai pembawa bendera. (*-40) | ||||