| Kamis, 06 Desember 2007 | NASIONAL |
Mekanisme Pembatasan Premium Belum JelasJAKARTA - Opsi pembatasan premium yang dicanangkan Pemerintah akan dijalankan tahun depan. Namun, hingga kini Pemerintah belum menemukan mekanisme terkait pembatasan premium tersebut. Hal itu diungkapkan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Paskah Suzetta, seusai Diskusi Permasalahan Infrastruktur Indonesia di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat (5/12). ''Teknisnya dikerjakan oleh Pertamina kira-kira mulai 2008 nanti. Yang disubsidi sopir atau kendaraannya, mekanismenya masih dikaji,'' katanya. Dia menambahkan, program tersebut akan dilakukan pertama kali di Jabodetabek. Kawasan itu mempunyai tingkat konsumsi premium hingga 15 juta kiloliter. Sementara secara nasional, konsumsi premium mencapai 17 juta kiloliter. ''Nanti untuk Jabodetabek dikurangi konsumsinya sehingga yang disubsidi tinggal 60 persen, kita bisa hemat Rp 6 triliun,'' ungkap Paskah. Terpisah, Peneliti Senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) Pande Raja Silalahi, menyatakan, kebijakan tersebut tidak akan efektif. ''Itu justru akan menyebabkan orang bertindak melanggar. Kenaikan harga minyak mentah memang menakutkan. (J10-48) |