logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Desember 2007 NASIONAL
Line

Saksi: Pelaku Menunggu di Jalan

  • Rekonstruksi Penembakan Direktur JCLEC Tertutup

KLATEN - Direktur Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Akademi Kepolisian (Akpol), Lester Cros diduga menjadi korban salah sasaran. Pasalnya rekonstruksi yang dilakukan tim gabungan Polda Jateng dan Polres Klaten, Rabu (5/12), didapati keterangan sebelum mobil Toyota Kijang Innova B-8895-VV yang ditumpangi korban bersama keluarga melintas, dua pelaku sudah berdiri menunggu di jalan. Sepertinya pelaku sudah mengetahui jenis mobil dan jam akan melintas, bukan menguntit dari belakang seperti jamaknya perampok. Hal itu diperkuat oleh keterangan saksi kunci kejadian itu yakni Rajiman (60) yang sebelum kejadian berpapasan dengan para pelaku.

''Saya bertemu dua pelaku yang berdiri di pinggir jalan. Setelah itu mobil baru datang dan terdengar tembakan,'' ujar dia, Rabu ( 5/12) di sela-sela reka ulang. Pada Minggu (25/11) sekitar pukul 10.35 dia hendak mencari angin segar ke Jl Yogya-Solo. Saat melintas jalan tengah sawah sebelah desanya, dia bertemu dua pemuda di pinggir jalan. Tak menyangka akan ada penembakan, dia melintas begitu saja. Setelah melewati dua pemuda yang berada tak jauh dari sepeda motor Honda Supra itu, dari arah utara Jl Yogya -Solo Kijang Innova yang ditumpangi Lester Cros melintas. Setelah itu baru terdengar tembakan senjata api beberapa kali. Sayang dia mengaku tidak hapal wajah para pelaku yang mengenakan helm. Sebab sejak awal tidak menduga mereka akan melepaskan tembakan.

Tertutup

Seperti diberitakan, Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan HS mengatakan Lester Cros nyaris menjadi korban aksi perampokan saat hendak ke Klaten menghadiri hajatan rekannya. Penjahat mengeluarkan tembakan meski tak melukai Direktur JCLEC Akpol itu. Meski kejadian hari Minggu, informasinya baru terendus Kamis dan Kapolda tidak membeberkan lokasinya (SM/30/11).

Reka ulang yang digelar tim gabungan Polda Jateng dipimpin Kasat I Ditreskrim Polda Jateng, AKBP Nelson P Purba dan Polres Klaten digelar sangat tertutup. Sejak pukul 10.00, polisi berdatangan di lokasi menutup jalan. Namun saat ada wartawan, petugas bubar. Siang sekitar pukul 13.00 baru kembali. Sekitar enam mobil termasuk mobil olah TKP Polda datang bersama mobil Lester Cros. Dalam reka ulang itu, tidak hanya Satlantas, Reskrim, dan Intelkam yang ada, tapi juga Satnarkoba. Sejumlah warga dan wartawan terhenti langkahnya karena dilarang mendekat.

Bahkan mobil petugas diparkir melintang agar tidak ada yang mendekat. Warga dan wartawan hanya mengikuti reka ulang saat mobil Lester Cros berbelok dari Jl Yogya-Solo ke jalan tengah sawah Desa Trunuh. Selebihnya tidak bisa diikuti. Tak satu pun perwira di lokasi yang bersedia dikonfirmasi. Bahkan beberapa dari mereka meminta agar lokasi disterilkan. ''Ini sudah arahan pimpinan agar jangan diekspose dulu. Nanti kalau sudah jelas saja,''ujar salah seorang petugas. Alasan lain, karena menyangkut internal polisi.

Dari beberapa sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, penembakan itu diduga salah sasaran. Diduga kejadian itu ada kaitannya dengan upaya membongkar jaringan pengedar narkoba pascatertangkapnya Dwi Hatmoko alias Ompong (35) warga Desa Nglinggi, Kecamatan Kebonarum Sabtu (24/11) malam. Petugas menyita barang bukti 0,2 gram sabu-sabu dan uang Rp 150.000 dari saku tersangka. Kapolres Klaten AKBP Drs Suwarno saat dikonfirmasi mengatakan sedang ada rapat di Polwil Surakarta. ''Saya masih rapat,'' ujar dia. (H34-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA