| Selasa, 04 Desember 2007 | NASIONAL |
Tiga Bocah Tenggelam di Pantai Tlogodepok
KEBUMEN- Gelombang pantai selatan kembali memakan korban, Senin (3/12). Kali ini menimpa tiga anak warga Desa Sitibentar, Kecamatan Mirit, Kebumen. Saat bermain di pantai Tlogodepok sekitar pukul 08.00, tubuh mereka terseret ombak yang menggulung tinggi. Anto (14) salah satu di antaranya ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi kejadian. Putra dari Marsiyah itu ditemukan warga beberapa jam setelah peristiwa tragis itu. Adapun dua orang lain, Poniran (14) dan Heri (14), hingga semalam belum ditemukan. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan dan disaksikan jajaran Muspika Mirit, jenazah korban diserahkan kepada keluarga. Sejumlah warga termasuk keluarga, terus berjaga-jaga di tepi pantai. Mereka berharap kedua bocah tersebut muncul, baik dalam keadaan hidup maupun sudah meninggal. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa naas itu bermula ketika tujuh orang anak yang tergolong masih kerabat, bermain ke pantai. Keempat anak lainnya yang ikut dalam rombongan itu adalah Slamet (14), Ratijo (14), Budiman (13), dan Muhajir (14). Saat anak-anak itu asyik bermain di pantai, tiba-tiba muncul ombak besar. Akibatnya, sebagian anak terseret. "Sebenarnya di sekitar pantai juga ada beberapa orang mancing yang melihat mereka terseret ombak. Tapi karena ombak besar, mereka kesulitan menolong," ujar Kepala Desa Sitibentar Suparjo, kemarin. Menurut Suparjo, dari ketujuh anak yang bermain di pantai tersebut, enam di antaranya adalah warga Sitibentar. Mereka tergolong masih dalam satu kerabat atau keluarga besar. Hanya satu anak bernama Ratijo yang merupakan warga Tlogodepok. Kapolsek Mirit AKP Slamet Aluhadin menyatakan, pihaknya bersama warga setempat masih melakukan pencarian. "Adapun keempat anak yang selamat sudah dikembalikan lagi kepada keluarganya," ujar Slamet Aluhadin. Setelah mengalami kejadian itu, jiwa kempat bocah itu masih terguncang. Saat ditanya pun, mereka lebih banyak diam. (J19-46) |