| Selasa, 04 Desember 2007 | NASIONAL |
Larangan Calhaj Membawa TroliPPIH Sesalkan Keputusan GarudaBOYOLALI- Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo Solo mengeluhkan keputusan Garuda Indonesia yang melarang jamaah calon haji (calhaj) membawa troli (alat pengangkut koper) di dalam kabin pesawat. Larangan itu memberatkan calhaj khususnya mereka yang berusia lanjut saat membawa barang-barang berat. Keluhan tersebut disampaikan Humas Embarkasi Solo H Akhmad Su'aidi SPd, kemarin di kantor Pengumpulan Pengolahan Data (Pulhata). Menurut dia, selain berpengaruh kepada mobilitas calhaj, larangan itu berdampak pada pekerjaan satuan tugas (satgas) PPIH. "Petugas PPIH harus terus menginformasikan kepada calhaj yang baru masuk asrama haji Donohudan atau yang menuju bandara agar tidak membawa troli saat masuk ke dalam pesawat. Padahal sebagian besar calhaj sebelumnya tidak mengetahui adanya larangan itu. Keputusan ini sangat memberatkan dan mendadak sekali." Su'aidi mengungkapkan, pihak Garuda mengeluarkan keputusan itu, pada Sabtu (1/12) di Bandara Adisumarmo. Saat itu calhaj kloter 37 asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi sudah naik pesawat Garuda. Calhaj yang berusaha memasukkan troli ke dalam pesawat bersama barangnya ternyata dilarang oleh awak pesawat. General Manager Garuda Indonesia-Solo M Taufik Hidayat melalui stafnya Hardono membenarkan adanya larangan membawa troli itu. Keputusan itu merupakan ketetapan pimpinan Garuda. "Calhaj hanya diperbolehkan membawa tas tentengan, tas besar (kopor), dan paspor. Selain itu calhaj tidak diperbolehkan membawa barang-barang lain, termasuk troli," katanya. (J5-46) |