| Selasa, 04 Desember 2007 | NASIONAL |
Bangunan Tak Diasuransikan, Kerugian Rp 10 Miliar Lebih
MEDAN - Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia masih dihitung. Namun perkiraan sementara kerugian setidaknya Rp 10 miliar. Kepala Divisi Operasi Bandara Polonia Zulkifli Muslim menyatakan, angka Rp 10 miliar itu hanya dari kerugian akibat rusak atau musnahnya material milik bandara. Belum termasuk kerugian akibat rusaknya bangunan dan pihak ketiga yang ada di Polonia. "Hingga saat ini petugas masih mengadakan inventarisasi kerugian," ujar dia, Senin (3/12/2007). Dia mengakui, bangunan yang terbakar itu tidak dilindungi asuransi. Karena itu, biaya renovasi bangunan akan ditanggung pengelola Bandara Polonia Medan. "Asuransi juga tidak ada terhadap pihak ketiga yang menyewa ruangan di dalam terminal keberangkatan domestik. Kecuali mereka memang mempunyai asuransi sendiri untuk ruangan yang mereka sewa," kata dia. Menurut dia, pihak bandara tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang diderita pihak penyewa di terminal keberangkatan domestik yang terbakar itu. Hal itu sudah berlaku jamak di seluruh bandara di Indonesia. Tidak adanya asuransi itu memang cukup mengejutkan mengingat fasilitas bandara yang harganya sangat mahal. Satu unit mesin X-Ray untuk pemeriksaan kabin penumpang saja, harganya bisa mencapai Rp 800 juta. Sementara di terminal keberangkatan domestik terdapat tiga unit mesin X-Ray untuk pemeriksaan kabin, serta dua unit untuk pemeriksaan perorangan. Belum lagi perangkat-perangkat elektronik yang berada di dalam terminal tersebut, baik milik bandara maupun milik pihak ketiga. Terminal keberangkatan domestik terdiri atas dua lantai. Lantai atas, yang terdiri atas 19 ruangan merupakan ruang perkantoran PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Polonia, serta beberapa maskapai. Sementara di lantai satu terbagi atas dua wilayah, ruang check in dan ruang tunggu. Di ruang check in terdapat 30 penyewa atau konsisioner yang umumnya maskapai penerbangan. Sementara di ruang tunggu sebelum naik ke pesawat, terdapat 13 konsisioner. Semuanya musnah karena korsleting listrik di lantai dua, yang tidak terdeteksi karena rusaknya kamera CCTV dan lambannya penanganan kebakaran. Dipindah Sementara itu, pihak bandara segera memfungsikan gedung serbaguna untuk terminal keberangkatan domestik sementara sampai gedung yang terbakar dibangun lagi. Selama beberapa hari ini, setelah kebakaran, digunakan tenda-tenda model pesta perkawinan untuk terminal penumpang tersebut. Zulkifli Muslim menyatakan, pemindahan akan dilakukan setelah penataan ruangan selesai. Ruang serbaguna itu berada di bagian belakang kompleks bandara, sekitar 200 meter dari bekas bangunan yang terbakar. "Rencananya terminal di gedung serbaguna ini akan beroperasi dalam pekan ini juga. Kemungkinan gedung itu akan dipakai hingga pembangunan kembali gedung yang terbakar selesai," kata dia. (dtc-62) |