logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 04 Desember 2007 NASIONAL
Line

KRIMINALITAS

Pengakuan Heru kepada Hashim

Arca Itu Kenang-kenangan PB XIII

HASHIM Djojohadikusumo benar-benar hadir memenuhi panggilan polisi. Adik kandung mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto itu datang ke Mapoltabes Surakarta Jalan Adi Sucipto, Manahan, lebih awal dua jam dari jadwal yang ditentukan pukul 09.00.

Kedatangannya kemarin mendapat pengawalan ketat dari belasan orang yang kebanyakan mengenakan pakaian batik.

Dari Jakarta, Hashim yang didampingi kuasa hukumnya, Sholeh Amin SH dan Deni Hermawan Pamungkas SH tiba di Solo sekitar pukul 07.00, langsung menuju ke Mapoltabes Surakarta untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi hilangnya lima arca di Museum Radya Pustaka.

Di sela-sela pemeriksaan yang berlangsung selama delapan jam itu, Hashim tercatat dua kali minta izin ke kamar mandi, yakni pada pukul 10.45 dan 11.50.

Saat melihat wartawan, putra Begawan Ekonomi Indonesia Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo itu mengumbar senyum dan melambaikan tangannya sebelum masuk ruangan untuk diperiksa.

Hingga pukul 13.00 belum ada tanda-tanda pemeriksaan adik kandung mantan Pangkostrad itu bakal selesai.

Pemeriksaan Hashim membuat suasana di sekitar ruang Reskrim Poltabes Solo berbeda. Semua wartawan yang biasanya bebas mondar-mandir, saat ini hanya bisa menunggu di luar.

Belasan pengawal Hashim berbadan tegap pun hanya berdiri. Mereka semua dilarang berada di dalam ruang Reskrim. Para pengawal Hashim yang kompak mengenakan batik itu menunggu bersama wartawan di luar.

Kenang-kenangan

Pengusaha yang juga kolektor benda-benda purbakala itu diperiksa oleh Aiptu Wahyu Purnomo SH. Beberapa poin penting dalam materi pemeriksaan itu, yakni tentang asal usul kepemilikan lima arca yang berada di tempat tinggal Hasyim di Kemang, Jakarta Selatan.

Hashim mengaku bukan sebagai pihak yang membeli langsung dari tangan Heru Suryanto (55) selaku penadah barang curian itu. Benda itu dibeli dari seorang Konsultan Balai Lelang Christie's Amsterdam bernama Hugo Kreijger (52) dan transaksinya dilakukan di luar negeri.

Materi pemeriksaan lainnya yang disampaikan penyidik seperti dikemukakan Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto melalui Kasat Reskrim AKP Syarif Rahman, masih berkutat sekitar perkenalan Hashim dengan Hugo.

Materi lain soal transaksi pembelian arca, pembelian arca yang disertai surat pernyataan dari Paku Buwono XIII, dan perkenalan Hashim dengan Heru Suryanto.

Untuk memperjelas apakah surat dari PB XIII itu sah atau tidak sebagai upaya melegalkan pembelian arca, penyidik melakukan cek ulang dengan menghadirkan Heru Suryanto.

Ketika Hashim dikonfrontasi dengan Heru tentang keaslian surat itu, Heru mengaku telah merekayasa surat pernyataan PB XIII itu seolah-olah lima arca itu milik pribadi Paku Buwono XIII yang diberikan kepada Hugo Kreijger sebagai kenang-kenangan persahabatan.

Hashim dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mengaku mengenal Heru lewat telepon, sekitar April 2007 lalu, ketika itu penadah itu menawari satu set gamelan. Padahal Hashim pada awal-awal kasus itu mencuat Hashim mengaku tidak mengenal Heru.

Adapun Ny Hedy (69), sekretaris Hashim yang juga diperiksa pada hari yang sama, dimintai keterangan seputar pengiriman lima arca yang dilakukan secara bertahap Juli, September dan Oktober 2006 lalu dari Heru di Mid Plasa 2 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Ny Hedy yang juga didampingi kuasa hukumnya Rini Ariani SH dan Maulani SH diperiksa Bripka Boni di ruang Kanit IV Ekonomi AKP Sujiharto. Pemeriksaan terhadap orang kepercayaan Hashim itu berlangsung kurang lebih 7 jam.

Usai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 16.00, Hashim langsung menuju mobil dengan pengawalan ketat. Sedianya dia akan menemui wartawan, namun hal itu tidak dilakukan karena kondisi kesehatannya menurun.

''Bisa dimaklumi proses pemeriksaan yang cukup panjang dan melelahkan, Hashim belum bisa menyampaikan pernyataan yang dianggap penting,'' jelas Fadli, kolega Hashim dalam keterangannya di Hotel Novotel, kemarin.

Berhubung masih perlunya keterangan tambahan Hashim yang dianggap perlu, seperti yang ditegaskan Syarif Rahman, pemeriksaan terhadap Hashim rencananya akan dilanjutkan hari ini (Selasa-red).(Sri Hartanto, Sri Wahyudi-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA