logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 04 Desember 2007 NASIONAL
Line

Tiga Tewas di Sumur Beracun


SM/M Syarif SW TIM PENOLONG: Tim penolong korban gas beracun dalam sumur, melakukan koordinasi di dekat lokasi sebelum mendeteksi gas beracun, semalam. (57)

BATANG- Tiga warga tewas di sebuah sumur yang baru digali karena diduga menghirup gas beracun yang keluar dari lubang tersebut. Peristiwa tersebut terjadi kemarin siang di Dusun Kradenan, Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang atau sekitar lima km dari Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Tiga korban yang hingga Senin (3/12) malam belum bisa dievakuasi dari dalam sumur adalah Hatoyo (35) warga Kradenan, Sutomo warga Sidareja, Kecamatan Batur, Banjarnegara, dan Tego dari Dusun Melikan, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara.

Sementara itu, Sujak (40) warga Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara dan Munadi warga Tlagabang, Batur, Banjarnegara hingga semalam masih dirawat di Puskesmas I Batur.

Munadi sudah sadar, sedangkan Sujak hingga belum sadarkan diri dan pernafasannya harus dibantu oksigen.

Upaya evakuasi yang dilakukan tim evakuasi yang terdiri atas SAR PT Geo Dipa Energi Unit Dieng, dokter Ahmad Setiawan dari Puskesmas I Batur, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Tunut Pujiarjo serta Camat Batur Edi PW beserta warga sekitar, terhalang hujan deras dan suhu yang dingin.

Hingga semalam, mereka masih melakukan deteksi atas kandungan gas di sekitar lokasi. Jika kandungan gas beracun terlalu tinggi dan membahayakan, maka evakuasi ditunda. Akan tettapi jika memungkinkan evakuasi akan dilanjutkan.

Menolong

Menurut Munadi, saat itu dia dan ayahnya, Nurhadi, tengah melintas di tepi jalan dekat lokasi kejadian dan mendengar ada orang berteriak minta tolong. Mereka pun menuju arah suara yang ternyata tempat galian sumur di dalam hutan. Dari jalan raya jaraknya sekitar 50 m.

Di tempat itu mereka menemukan Sujak dalam keadaan kalut karena adiknya berada dalam sumur dan tak bisa diselamatkan. Dia akhirnya pingsan, lalu ditolong oleh Munadi dan ayahnya. Namun, saat itu Munadi sempat menghirup gas dari dalam sumur saat mencoba melihat korban di dalam lubang itu.

''Setelah menolong Sujak, anak saya muntah-muntah dan akhirnya saya bawa saja ke puskesmas sekalian. Masih ada tiga orang di dalam sumur saya tak tahu siapa saja,'' kata Nurhadi, saat ditemui di Puskesmas Batur I.

Sementara itu, Urip warga Kradenan mengungkapkan, saat terjadi ramai-ramai di sekitar lokasi, banyak orang tertarik mendekatinya. Salah satunya Hatoyo yang langsung mencoba menolong seorang korban yang masih berada di dalam sumur. Namun, dia malah tak bisa naik lagi dan menjadi korban kedua.

Setelah itu, kerumunan warga makin banyak dan salah satunya adalah Sutomo. Sepulang berjualan bubur, dia tertarik kerumunan itu. Karena kasihan, dia pun berusaha menolong para korban. Namun Sutomo pun mengalami nasib sama. Sontak kejadian itu membuat warga gempar dan melaporkan ke aparat setempat. ''Kami sudah ingatkan namun dia merasa bisa dengan bertahan di dinding sumur. Tak berapa lama saya dengan suara 'brug' dan tiga orang itu sudah jatuh ke dalam,'' kata Nurhadi.

Tak Cukup

Kepala Pos Pengamatan Gunung Dieng, Tunut Pujiarjo dan stafnya Surip meluncur ke lokasi kejadian dengan membawa tabung gas dan masker. Namun, persediaan gasnya tinggal sedikit hanya untuk 15 menit sehingga diputuskan untuk tak turun ke dalam sumur. Sebab, sedikitnya dibutuhkan persediaan hingga 45 menit untuk mengevakuasi korban.

''Dari bibir sumur tak ada gas, tapi dari enam meter ke dalam penuh gas, kemungkinan CO2. Sampai pukul 17.30 gas belum naik ke atas, kami cek pakai lampu petromaks masih nyala dan korek masih nyala. Kemungkinan gas masih berada di dalam sumur,'' kata Tunut Pujiarjo.

Dari hasil rapat mendadak, diputuskan tim dari PT Geo Dipa Energi yang dipimpin Yanto dan Tunut Pujiarjo yang akan mengecek gas di sekitar lokasi. Hasilnya akan digunakan untuk bekal evakuasi korban sebab pada saat hujan gas mudah tersebar dan besar. Namun kalau panas gas bisa terurai, karena itu dibutuhkan api dari ban bekas. (H25,ar-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA