| Senin, 03 Desember 2007 | NASIONAL |
Eko Sosok Pendiam
SERAGAM doreng dan sepasang sepatu boot hitam yang dijemur di pagar bambu itu, menjadi saksi bisu kepergian Pratu Eko Prasojo (24). Jasadnya dimakamkan di Martopuran, Dusun Ngenden, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Minggu (2/12) siang. Seragam itulah yang dipakai Eko saat meninggal dalam kecelakaan di Jalan Raya Sragen-Solo KM 11, Masaran, Sabtu (1/12) dinihari, akibat luka berat di kepalanya. Pemakaman lelaki anggota Kesatuan Arhanudse 14 Cirebon itu dilakukan secara militer. Danyon Arhanudse Letkol Nugroho Jati Waluyo hadir dalam upacara itu. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Dusun Ngebrak RT 3 RW 11, Desa Gentan. Suara isak tangis mengiringi kepergian lelaki yang dikenal pendiam itu ke kuburnya. Kepergian anak sulung dari lima bersaudara itu membuat keluarganya bersedih. Maklum, selain dikenal pendiam, Eko termasuk anak penurut. Sukirman, kerabat korban, menuturkan sejak diterima sebagai anggota TNI Eko jarang pulang ke Gentan. Terakhir pulang Lebaran lalu. "Biasanya kalau pulang, dia mampir ke rumah saya. Tapi pas Lebaran kemarin nggak mampir," tuturnya.(Irfan Salafudin-77) | ||||