logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 NASIONAL
Line

Kecelakaan Truk Militer

Jasad Surja Ternyata Makani

SRAGEN- Empat jenazah tiga di antaranya korban kecelakaan maut antara truk militer lawan truk bermuatan telur di Jalan Raya Sragen-Solo Km 11, Masaran, sudah diambil keluarga untuk dimakamkan.

Keempatnya itu yakni Pratu Eko Prasojo (24), warga Ngebrak RT 3 RW 11 Gentan, Baki, Sukoharjo; Koptu Nur Salam (38) dan puteranya Alfan (2), warga Gebangkerep, Torakan, Kediri; serta Makani (52) PNS Arhanudse 14 Cirebon, warga Tegalkarang, Palimanan, Cirebon.

Jenazah Eko Prasojo, Alfan dan Nur Salam diambil keluarganya Sabtu pukul 14.00. ''Jenazah terakhir adalah Makani, diambil keluarganya sore hari,'' tutur Sudarji dan Buwono, penjaga kamar mayat RSUD Sragen, Minggu (2/12).

Sebelumnya jenazah Makani hanya ditulis Mr X, karena identitasnya belum jelas. Setelah didata, jasadnya dikira Surja. Bahkan pihak Satlantas Polres Sragen mencantumkan salah satu korban adalah Surja, PNS Arhanudse 14 Cirebon. Meski mengalami luka serius, ternyata Surja masih hidup dan dirawat di RS dokter Oen, Kandangsapi, Jebres, Solo, kemudian dipindah ke RS Slamet Riyadi, Solo.

Seperti diberitakan, truk militer yang mengangkut jenazah bersama rombongan pengiring almarhum Koptu Nur Salam, Sabtu (1/12) pukul 00.15 tabrakan dengan truk pengangkut telur di Jalan Raya Sragen-Solo Km 11, di Dukuh Tegalrejo, Masaran, Sragen.

Dua Dioperasi

Sementara itu dua korban di ICU RS dokter Oen Kandangsapi, Jebres, Solo, Pratu Slamet Prasojo (26) dan Mamas (25), Senin ini (3/12) dan Minggu (2/12) kemarin, menjalani operasi. Pratu Slamet (anggota Arhanudse 14 Cirebon) dioperasi sore ini pukul 15.00. Dia mengalami patah tulang pipi kanan dan tulang lengan kanan. Sedangkan, Mamas (25) istri almarhum Koptu Nur Salam yang anggota Arhanudse 14, dioperasi tulang dagu dan lengan kanannya yang juga patah.

Dokter jaga ICU RS dokter Oen, dokter Sameul Siswatno (28) mengatakan kedua pasien akan ditangani oleh dokter spesialis bedah plastik (dokter Singgih Sp Bp) dan spesialis bedah plastik (dokter Kusnadi Sp Bo).

"Pihak RS sudah mendapatkan izin dari keluarga kedua korban untuk melaksanakan operasi. Kalau tidak ada halangan proses operasi akan dilakukan hari ini (kemarin-red) dan besok (hari ini-red)" kata dia.

Menurut Samuel, pelaksanaan operasi kedua pasien sedikit terhambat karena terkendala administrasi dan kondisi korban. "RS harus menunggu kondisi korban benar-benar stabil dulu, baik organ vital dan psikologisnya. Setelah benar-benar stabil, baru bisa dilakukan operasi," tutur dia.

Kondisi Mamas masih belum sadar sepenuhnya. Ibu yang harus kehilangan putranya Alfan (8) pada kejadian itu masih tergeletak lemah di atas ranjang. Mawarningsih (32) perawat, menuturkan, kondisi pasien kini relatif stabil. Berbeda dengan sehari sebelumnya. "Waktu itu Mamas masih sadar, tetapi dia sering gelisah, sebelum tidak sadarkan diri," ujar dia.

Terpisah, Koordinator Tugas Bagian Informasi RS Oen, Narsi mengatakan 10 pasien yakni tiga pasien dari keluarga almarhum dan tujuh orang anggota Arhanudse 14 yang dirawat di RS dr Oen, Sabtu (1/12) sore sudah di pindahkan ke RS Slamet Riyadi, Gendengan, Solo. (J5,nin-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA