logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 NASIONAL
Line

SAMBUNG RASA

Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat

Tanya: Bapak Gubernur, dari waktu ke waktu sampah telah menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat kota. Bagaimana langkah-langkah yang paling efektif, dalam pengelolaan sampah di perkotaan? Terima kasih. Galih Pekunden - Kota Semarang

Jawab: SAUDARA Galih, sampah pada dasarnya dihasilkan oleh atau merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia, yang kadang tidak sebanding dengan tingkat konsumsi terhadap barang atau material yang digunakan sehari-hari. Demikian pula jenis sampah sangat dipengaruhi gaya hidup dan jenis material yang dikonsumsi. Maknanya, bahwa setiap orang hampir pasti menghasilkan sampah, dan tidak seorang pun yang bersedia ketempatan sampah.

Kenyataannya, pertambahan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan gaya hidup modern di perkotaan sudah barang tentu mengakibatkan kenaikan limbah dan sampah, yang menjadi problem utama di kota-kota besar.

Penanganan yang tidak memadai dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Sebaliknya apabila sampah dikelola dengan baik, maka akan memiliki nilai plus.

Departeman Pekerjaan Umum telah memberikan percontohan program 3R yaitu Reduce (R1), Reuse (R2) dan Recycle (R3) skala kawasan yang disebut dengan Usaha Daur Ulang dan Produksi Kompos (UDPK).

Permen PU No 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Pengelolaan Persampahan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pengurangan sampah sejak dari sumbernya dengan program unggulan 3R. Sasarannya adalah pengurangan sampah 20% pada tahun 2010. Semua itu merupakan tantangan, mengingat sampai saat ini baru sekitar 1 % sampah yang dapat dikurangi atau dimanfaatkan.

Pada 2007 ini pemerintah kembali mengintensifkan program UDPK dengan menerapkan program pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat melalui metode 3R.

Pendekatannya adalah partisipatif, pemberdayaan dan pendampingan terhadap masyarakat yang cukup intens. Tujuannya, meningkatkan upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya dengan metode yang praktis, serta meningkatkan metode pembuatan kompos dan daur ulang skala sumber dan kawasan.

Titik Berat 3R

Sasaran utamanya antara lain mengurangi kebutuhan dana invest sarana/prasarana pengelolaan sampah, operasional, lahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta biaya transportasi. Sasaran lain adalah mengurangi potensi polusi, baik tanah maupun air, sehingga penghematan sumber daya lain.

Lebih dari itu adalah meningkatkan derajat lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sebagai uji coba pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui TP. PKK Provinsi Jawa Tengah Tahun 2006 adalah Kota Pekalongan, Banyumas dan Kabupaten Magelang.

Kegiatan Reduce menitikberatkan pada pengurangan pola konsumtif.

Misal memakai kertas secara bolak-balik. Reuse dengan menggunakan kembali, atau dimanfaatkan tanpa melalui proses produksi. Contoh kaleng bekas susu dipakai kembali untuk tempat susu dengan pembelian refill.

Recycle adalah mendaur ulang, melalui proses produksi dan mengalami perubahan bentuk atau fungsi. Contoh sisa kain/kain perca dibuat keset kaki, selimut. Plastik bungkus mie instan untuk dibuat kerajinan topi, dompet, dan lain-lain.(60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA