logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 NASIONAL
Line

Semua Negara Ditarget Teken Pakta 2009

  • Hari Ini Konferensi Iklim Dibuka

BALI - Konferensi iklim di Bali mencanangkan target penandatanganan pakta iklim baru pada 2009 yang melibatkan seluruh negara di dunia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sekretariat Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Yvo de Boer, kemarin.

''Delegasi dari 190 negara telah berkumpul di Bali untuk berupaya mencapai kesepahaman itu,'' kata dia. ''Seluruh dunia mengamati dengan seksama pembicaraan dalam konferensi 3-14 Desember ini.''

Dia menambahkan, dunia sudah kehabisan waktu untuk menghindarkan bencana kekeringan, gelombang panas, dan peningkatan permukaan air laut. ''Kita telah mengalami dampak perubahan iklim. Saat ini kita berada dalam situasi yang sangat berbahaya,'' ujarnya.

Sejauh ini, hanya 36 negara maju yang menandatangani Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pakta iklim baru 2009 diharapkan dapat merangkul Amerika Serikat dan China yang menolak Protokol Kyoto. Padahal kedua negara itu merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar.

Pendirian AS

Yvo de Boer menambahkan, dia tidak yakin bisa memengaruhi Amerika Serikat untuk kembali ke Protokol Kyoto. Sebab, sikap Presiden George W Bush soal itu sudah jelas. Dia mengatakan, Bush sudah mengindikasikan bahwa Protokol Kyoto bukan tujuan yang baik untuk AS, karena bagi dia itu akan mengganggu ekonomi negerinya. Sampai saat ini, katanya, Bush tidak mengubah posisinya. "Saya pikir dia (Bush) tidak akan mengubah posisinya," katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Kalaupun Bush mengubah pendirian, lanjutnya, kenyataan memperlihatkan bahwa masih ada senat. Semua masih ingat ketika Presiden Clinton menandatangani Protokol Kyoto. Dia tidak mendesak masalah itu ke senat, karena senat tidak akan meratifikasinya.

Sementara itu, peserta yang telah registrasi hingga H-1, Minggu (2/12), sekitar 9.000 orang dari 186 negara.

Sesuai jadwal kegiatan itu akan dibuka oleh Presiden COP 12, David Mwiraria (Kenya), yang dilanjutkan dengan pemilihan Presiden COP 13.

Sementara itu, di areal berlangsungnya KTT Internasional Perubahan Iklim (UNFCCC) tampak penjagaan dari pihak keamanan superketat. Setiap pengunjung yang akan memasuki areal tersebut diperiksa dan harus dapat menunjukkan Id Card yang dikeluarkan pihak panitia UNFCCC. (rtr,ant-ben,60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA