| Senin, 03 Desember 2007 | NASIONAL |
Tugas Berat Panglima TNIJAKARTA- Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan, Panglima TNI mempunyai tugas berat karena mesti memikirkan dua hal secara bersamaan, yaitu institusi dan demokrasi. "Tugasnya berat memikirkan dua hal itu. Panglima TNI harus berani dan tegas," ujarnya di sela-sela Workshop on Political Strategic, Persiapan Pemenangan Pemilu PKB, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (1/12). Menurut Gus Dur, TNI selama ini selalu berfikir institusional atau korps dan itu salah. Karena hal ini akan berakibat sikap yang mendua terhadap demokrasi. Dia sendiri tidak mau berkomentar banyak terkait usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengajukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai pengganti Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Sementara PDI Perjuangan sebagai partai oposisi mengingatkan Presiden Yudoyono agar mengesampingkan pertimbangan politis dalam memilih calon KSAD baru yang bakal menggantikan KSAD Djoko Santoso yang akan dipilih menjadi Panglima TNI. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR, Tjahjo Kumolo, mengatakan KSAD haruslah dipegang seorang yang memiliki prestasi dan karier jabatan paling lengkap. "Penentuan KSAD memang berada di tangan Presiden, tetapi Presiden harus mempertimbangkan prasyarat utama seorang kepala staf, yakni berprestasi, lengkap karier jabatannya, seperti penguasaan teritorial, operasi dan intelijen," kata Tjahjo di Jakarta, Sabtu (1/12). Kosong Dengan dipilihnya Djoko Santoso untuk menjadi panglima, otomatis jabatan KSAD akan kosong. Enam perwira TNI AD yang berpangkat Letnan Jenderal berpeluang menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat. Menurut Tjahjo, tiga perwira yang berpeluang untuk menjadi KSAD adalah Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Letjen Agustadi Sasongko, Sekretaris Jendral Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kasum TNI Erwin Sudjono. "Mereka sudah dipanggil Presiden," ujarnya. Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Markas Besar TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, ada enam orang di lingkungan Angkatan Darat yang sekarang ini berpangkat Letnan Jendral. Mereka adalah Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Agustadi Sasongko, Sekretaris Jendral Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Kornel Simbolon, Komandan Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat Bambang Darmono, Kepala Staf Umum TNI Erwin Sudjono, dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat George Toisutta. Dari keenam nama itu, George adalah perwira lulusan Akademi Angkatan Bersenjata termuda. Mantan Panglima Komando Daerah Militer Siliwangi ini lulus tahun 1976. Sementara itu, yang tertua adalah Kornel Simbolon, lulusan 1973. Bambang, Sjafrie, dan Agustadi sama-sama lulusan 1974. Namun, dari mereka berenam, hanya Agustadi Sasongko yang pernah mendapat Bintang Adhi Makayasa, lulusan akademi terbaik. (di-48) |