| Senin, 03 Desember 2007 | NASIONAL |
Rakornas Tak Bacakan Pencalonan SBY
SEMARANG - Partai Demokrat (PD) terpaksa tidak membacakan salah satu rekomendasi politiknya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I sekaligus peringatan puncak acara HUT Ke-6 partai itu di GOR Jatidiri yang berakhir semalam. Rekomendasi akan mengusung lagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres partai itu dalam Pilpres 2009, urung dibacakan. Hal itu menyusul keinginan SBY agar PD tidak membahas masalah pencapresan dalam kegiatan yang dimulai sejak Sabtu (1/12) tersebut. ''Saya setuju Rakornas kali ini tidak membahas seputar calon presiden dan wakil presiden. Saatnya nanti Partai Demokrat bakal memiliki calon tersendiri bila lolos (memenuhi ketentuan minimal mengusung capres sendiri-Red) dalam pemilu legislatif mendatang,'' kata ketua Dewan Pembina PD itu dalam sambutannya. Hadir dalam acara itu Wapres Jusuf Kalla, jajaran menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo, Ketua DPD PD Jateng Sukawi Sutarip, anggota legislatif dari PD, dan perwakilan parpol. Ebiet G Ade ikut memeriahkan acara dengan melantunkan tembang ciptaan SBY, salah satunya berjudul ''Mengarungi Keberkahan Tuhan''. Dengan tidak setujunya SBY pada pembahasan capres/cawapres, Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP PD Anas Urbaningrum yang membacakan pernyataan politik hasil Rakornas, terpaksa harus melewati salah satu poin. Dari 18 butir rekomendasi, khusus yang meminta pencalonan kembali Presiden SBY tidak dibacakan. SBY berterima kasih pada PD yang telah memberikan dukungan kepada pemerintah. Saat ini Indonesia telah mengalami perubahan sangat besar. Disebutkan, masalah embargo ekonomi, utang luar negeri, Aceh, macetnya sektor riil, dan rupiah, satu per satu telah teratasi. ''Pertanyaannya, apakah masalah itu sudah rampung? Jawabnya belum,'' kata SBY. Karena itu dia meminta seluruh kader PD terus berbuat dan berkarya untuk negara. ''Dukung pemerintah, siapa pun dia dan dari mana asal parpolnya. Berikan dukungan dan beri contoh yang baik.'' Pada pejabat yang berasal dari PD, SBY meminta agar lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan bangsa. Tak lupa dia menginstruksikan secara khusus untuk menyukseskan gerakan menanam serta memelihara pohon demi menyelamatkan lingkungan dan bumi. Wapres Kritik Oposan Sebelum itu, di tempat yang sama Wapres Jusuf Kalla kembali menyampaikan kritik pada parpol oposan. Menurut ketua umum Partai Golkar tersebut, langkah yang diambil parpol oposisi dikarenakan perolehan suaranya menurun. ''Biasalah kalau kalah, pasti akan mengambil sikap berseberangan dengan pemerintah,'' lanjut Kalla di hadapan ribuan kader PD, Minggu (2/12) siang. Seperti halnya SBY yang memuji Partai Golkar, hal serupa juga dilontarkan Kalla kepada PD. Kedua partai (Partai Golkar dan PD), kata dia, telah bersinergi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalla lantas membanggakan hasil yang telah dicapai pemerintah dalam tiga tahun ini. ''Dalam 30 tahun terakhir, inilah saat di mana bangsa ini hidupnya paling aman. Tidak ada lagi konflik di negeri ini,'' ujarnya. Diungkapkan, Indonesia saat ini jauh lebih baik dan stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya, termasuk dalam perekonomian. Dia menggambarkan, saat krisis ekonomi tahun 1998, pendapatan per kapita rakyat Indonesia hanya berkisar 500-600 dolar per tahun. Saat SBY-Kalla berkuasa, pendapatan per kapita mencapai sekitar 1.200 dolar per tahun. ''Sekarang hampir 2.000 dolar per kapita,'' tuturnya. Dengan pencapaian itu, masyarakat tentunya bisa menilai siapa yang telah membuktikan memberikan kesejahteraan. ''Jadi jangan kaget kalau dalam pemilu nanti, partai oposisi dalam kampanyenya pasti menjual kata 'akan'. Mulai dari akan menyejahterakan, akan meningkatkan, sampai akan memberdayakan. Tapi kami sudah membuktikan dengan telah melakukan hal itu. Jadi mau pilih mana, 'akan' atau 'telah','' katanya enteng disambut tawa ribuan kader PD. Tertutup bagi Pers Setelah Wapres meninggalkan GOR Jatidiri sekitar pukul 14.30, selang 30 menit kemudian SBY hadir untuk memberikan pembekalan kepada kader. Dalam acara itu wartawan dilarang meliput dengan alasan acara internal partai. Ketua Panitia Pengarah Rakornas Dr Jafar Hafsah menyatakan SBY meminta kepada seluruh kader PD agar bisa meraih suara 15% dalam Pemilu 2009 . Bila perlu harus menduduki urutan kedua. Dia menambahkan, SBY juga meminta agar kader PD jujur dan adil. ''Ada lima poin yang diamanatkan SBY, salah satu di antaranya kader harus bisa mengakui kesalahan dan bersikap adil,'' tandasnya. (H37,H7-62) | ||||