| Minggu, 02 Desember 2007 | NASIONAL |
Kecelakaan Pesawat Turki Diduga Kesalahan PilotISPARTA - Turki dalam masa berkabung kemarin, sehari setelah musibah pesawat jatuh yang menewaskan 57 orang. Ribuan orang memenuhi masjid-masjid di Kota Isparta, Turki baratdaya, untuk mendoakan para korban. Sejauh ini tim penyidik belum menemukan penyebab kecelakaan tersebut, kendati seorang teknisi menyatakan kekeliruan pilot diduga sebagai penyebab utamanya. Pesawat Atlasjet MD-83 dalam penerbangan dari Istanbul ke Isparta saat musibah itu terjadi Jumat pagi lalu. Pejabat mengatakan, cuaca Jumat pagi itu cerah dan jarak pandang pun baik. Namun pesawat itu menghilang dari radar beberapa menit menjelang pendaratan. Helikopter-helikopter militer yang dilengkapi kamera pendeteksi panas menyisir sebuah bukit untuk mencari reruntuk MD-83 tersebut. Aparat menemukan sejumlah jenazah korban yang masih terikat oleh sabuk pengaman. Serpihan pakaian dan potongan logam berserakan di beberapa tempat. Bukan Sabotase Ali Ariduru, kepala otoritas penerbangan sipil Turki, menyatakan tidak ada alasan untuk menyatakan insiden pesawat jatuh itu disebabkan oleh aksi terorisme atau sabotase. Lokasi kecelakaan pesawat itu jauh dari daerah basis gerilyawan Kurdi yang sering melakukan serangan terhadap aparat keamanan Turki. Sekelompok pakar fisika juga menjadi korban. Para ahli fisika itu bekerja di proyek nuklir nasional Turki. Sebagian besar toko di pusat kota Isparta ditutup, kemarin. Para pemilik dan pelayan toko melakukan shalat jenazah berjamaah di masjid terdekat. Musa Akbay, seorang pegawai negeri, juga berangkat ke masjid sambil menggandeng putrinya yang berusia tujuh tahun. ''Saya tak mengenal para korban. Namun saya datang ke masjid ini untuk mendoakan mereka,'' kata Akbay. Banyak orang juga menghadiri pemakaman korban di Isparta, yang berpenduduk sekitar setengah juta jiwa. Vahit Tuglaci menyatakan masih tidak bisa mempercayai peristiwa naas itu benar-benar terjadi. Keponakannya merupakan salah satu korban tewas dalam kecelakaan udara itu. Canser Unveren mengatakan bahwa dia kehilangan seorang temannya akibat musibah tersebut. ''Begitu kami mendengar berita itu, kami segera melakukan shalat ghaib,'' ujarnya. Sefa Inan, ketua kehormatan Asosiasi Teknisi Pesawat, mengatakan bahwa bukti-bukti mengisyaratkan kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan pilot. ''Mungkin pesawat itu terbang terlalu rendah. Saya kira, pilot baru mengetahui keberadaan bukit tersebut beberapa saat menjelang kecelakaan,'' kata Inan seperti dikutip harian Aksam. Dia tidak masuk dalam tim investigasi. Namun dia menjelaskan bahwa dia telah berbicara dengan sejumlah teknisi yang terlibat dalam pemeriksaan rutin pesawat tersebut. Menurutnya, tidak ada problem teknis pada MD-83 itu. Penyidik telah menemukan kotak hitam yang segera dikirim ke Amerika Serikat untuk dipelajari. Kantor berita Dogan melaporkan transkrip percakapan antara pilot dan petugas menara pengawas. Percakapan itu tidak mengindikasikan adanya masalah apa pun. Atlasjet adalah maskapai swasta yang didirikan pada 2001. Perusahaan itu mengoperasikan layanan penerbangan dan pesawat carteran ke Eropa dan tempat-tempat tujuan lain di luar Turki. Di Renton, Washington, juru bicara Boeing menyatakan perusahaan pembuat pesawat itu akan memberikan bantuan teknis bagi investigasi musibah tersebut.(rtr-ben-26) |