logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 02 Desember 2007 NASIONAL
Line

BBM Industri Tetap Naik

SEMARANG- Kenaikan harga BBM industri hingga 21,7% per 1 Desember oleh Pertamina sudah semestinya dilakukan karena menyesuikan harga beli. Pemerintah tidak mungkin memberi subsidi untuk industri.

''Selama ini pemerintah sudah terbebani subsidi BBM sebesar Rp 130 triliun, yang terdiri subsidi BBM Rp 88 triliun dan subsidi listrik Rp 43 triliun,'' kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, kemarin. Dia mengatakan hal itu seusai penyerahan simbolis paket tabung LPG 3 kg di Lapangan Kabana, Bandarharjo, Semarang, kemarin. Acara tersebut dihadiri pula Dirut Pertamina Ari Soemarno.

Selain itu, lanjut Purnomo, pemerintah mempercepat program konversi minyak tanah ke gas. Percepatan itu juga menjadi alasan menolak usulan subsidi terhadap BBM industri.

Pasalnya, kini semua mengikuti harga pasar. Dia meminta industri untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi agar bisa mengelola perusahaan dengan baik.

Kenaikan harga BBM per 1 Desember 2007 untuk jenis premium naik menjadi Rp 7.451 per liter, minyak tanah Rp 8.348 per liter, minyak solar transportasi Rp 8.300 per liter, minyak solar industri Rp 7.940 per liter, minyak disel Rp 7.700 per liter, minyak bakar Rp 5.751 per liter, dan Pertamina Dex Rp 8.450 per liter.

Sementara harga minyak bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil tetap Rp 2 ribu per liter, premium maupun solar bersubsidi bagi transportasi tidak mengalami perubahan, yakni premium Rp 4.500 per liter dan solar Rp 4.300 per liter.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Semarang, Agung Wahono mengatakan beban ongkos produksi untuk BBM semakin menggerus laju produksi. Saat ini sangat sulit mencari ruang efisiensi lagi. Ia meminta kepada pemerintah agar mengimbangi dengan pemberian insentif, seperti pajak atau beban listrik.

''Sepertinya kami sudah menempuh segala upaya untuk efisiensi, mengurangi penggunaan lampu, mengurangi tenaga kerja, hingga mengombinasikan bahan baku kelas I dan II. Harga BBM industri yang fluktuatif, namun cenderung terus naik, membuat kami harus bisa menahan nafas,'' katanya.

Purnomo Yusgiantoro menambahkan, pemerintah akan mengejar percepatan distribusi paket gratis kompor gas, tabung elpiji, beserta kelengkapannya pada 2008. Target pendistribusian yang ditetapkan hingga akhir 2007 sebanyak 6 juta KK diperkirakan tidak tercapai.(H22,ant-11)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA