| Minggu, 02 Desember 2007 | NASIONAL |
Truk Militer Angkut Jenazah Tabrakan
SRAGEN- Truk militer yang mengangkut jenazah bersama rombongan pengiring almarhum Koptu Nur Salam, anggota Arhanudse-14 Cirebon, Sabtu (1/12) pukul 00.15 dinihari tabrakan di Jalan Raya Sragen-Solo Km 11, tepatnya di Dukuh Tegalrejo, Masaran, Sragen. Truk militer bernomor 7230-III yang dikemudikan Pratu Eko Prasojo (24) itu bertabrakan dengan truk pengangkut telur PT Nanang Putra AG-8398-UK dikemudikan Sugeng Wiyono (33), warga Kebonduren, Blitar. Sementara itu, truk PT Joyo Mulyo AD-8045-UK dikemudikan Gabriel Maniek (32) yang berada di belakang truk PT Nanang Putra tidak mampu menghindar, sehingga terjadi tabrakan karambol. Kecelakaan itu menewaskan tiga orang. Ketiga korban tewas adalah di antara 16 orang pengiring Jenazah, termasuk putra almarhum Koptu Nur Salam, Alfan (2). Dua lainnya yakni pengemudi truk Arhanudse Cirebon Pratu Eko Prasojo dan seorang PNS Arhanudse Cirebon yang belum diketahui namanya. Semula orang tersebut dikatakan bernama Surja (54). Namun ternyata Surja masih memberikan keterangan kepada wartawan di RS dr Oen Kandangsapi, Solo. ''Dua orang tewas seketika di lokasi kejadian dan seorang korban tewas di rumah sakit,'' tutur Kapolres Sragen AKBP Dra Sri Handayani melalui Kasat Lantas AKP Choiron El Atiq. Tiga korban tewas beserta jenazah Koptu Nur Salam langsung dievakuasi di kamar mayat RSUD Sragen. Suara Keras Tabrakan tiga truk itu menimbulkan suara keras dan mengejutkan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Dalam sekejap, puluhan orang berkerumun di lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Sementara enam penumpang truk lainnya mengalami luka berat dan ringan dirawat di RS dr Oen serta tiga lainnya di Klinik An Nur Nglarangan, Kebakramat, Karanganyar. Musibah itu cukup memprihatinkan, karena Sragen ditetapkan menjadi kota percontohan keselamatan transportasi tingkat nasional. ''Setelah dirawat di rumah sakit, Sugeng Wiyono, pengemudi truk bermuatan telur akan diperiksa penyidik laka lantas,'' tambah AKP Choiron El Atiq. Diperoleh keterangan, awalnya truk militer berpenutup kanvas itu berangkat dari Cirebon usai magrib membawa jenazah Koptu Nur Salam yang meninggal karena sakit tipus. Almarhum akan dikuburkan di tanah kelahirannya Kediri. Semula truk melaju dengan kecepatan tinggi. Setibanya di Masaran, Sragen, truk itu menyalip truk tak dikenal. Mendadak dari arah berlawanan meluncur dua truk beriringan mengangkut telur dengan tujuan Bandung. Karena jarak sangat dekat, truk milter itu tidak mampu menghindar dan menghantam truk PT Nanang Putra. Selanjutnya truk Joyo Mulyo menyeruduk truk Nanang Putra dari belakang. Rombongan membawa penumpang 16 orang terdiri 11 anggota militer dipimpin Kapten Art Dulkadir dan lima orang keluarga almarhum, termasuk Ny Mamas Nur Salam, istri almarhum; Sanusi, kerabatnya; serta Alfan. Ny Mamas dan Sanusi mengalami luka-luka. ''Rencananya jenazah Mas Nur Salam dan Alfan akan dikuburkan di pemakaman Mrican, Kediri,'' tutur Adoni dan Ibnu, keluarga almarhum Koptu Nur Salim. Sekitar pukul 03.00, pihak keluarga mendapat kabar dari Kodim 0725 Sragen kalau rombongan jenazah mengalami musibah kecelakaan di Sragen. Mendengar kabar musibah, keluarga pun heboh. Para pelayat dan keluarga yang menyiapkan penyambutan jenazah di Kediri segera meluncur ke Sragen. (nin,J5-60) |