| Sabtu, 01 Desember 2007 | NASIONAL |
Pemondokan Tak HigienisBOYOLALI - Untuk kenyamanan jamaah calon haji, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jateng Drs H Masyhudi MM meminta tambahan dua bangunan di kompleks Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. Yakni satu gedung untuk penerimaan dan lainnya untuk pemondokan calon haji. ''Saat ini hanya ada satu gedung penerimaan yakni di Muzdalifah. Ketika ada jamaah kloter berikutnya yang datang lebih awal, mereka harus tertahan di bus karena tidak ada gedung yang melayaninya,'' jelasnya, kemarin. Perlunya tambahan untuk pemondokan, kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo itu, dikarenakan saat ini jumlah calhaj yang berangkat terus bertambah. Apalagi trennya akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. ''Selama beberapa tahun sebelumnya yang berangkat dari sini kan sekitar 18 ribuan calhaj. Kalau saat ini sampai 33 ribuan, tentu pemondokan yang ada menjadi terbatas,'' imbuhnya. Saat ini, empat dari enam lantai yang ada di dua gedung Madinah dan Makkah, digunakan untuk pemondokan calhaj. Dua gedung tersebut mampu menampung 1.800-an calhaj. Namun dengan interval yang tinggi, yakni sehari menampung tiga kloter, otomatis tidak pernah ada waktu luang untuk dilakukan sterilisasi. ''Akibatnya, pemondokan menjadi tidak higienis, apalagi di musim hujan, banyak lalat. Semestinya kan perlu di-fogging, agar kuman maupun serangga seperti lalat dan nyamuk tidak bersarang di pemondokan,'' keluhnya. Namun, dia menyatakan permintaan tersebut bukan hal yang mudah untuk dipenuhi. '' Menurut saya, tanah seluas 8,7 hektare ini masih memungkinkan untuk ditambahi bangunan.'' (G13-62) |