logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Desember 2007 NASIONAL
Line

Terdengar Lima sampai Enam Kali Tembakan

  • Upaya Perampokan Direktur JCLEC

SM/Achmad Hussain SEPI: Jalan di tengah areal persawahan Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (30/11) terlihat sepi. Di lokasi inilah Direktur JCLEC Akpol ditembaki perampok. (50)

KLATEN- Kasus percobaan perampokan yang menimpa Direktur Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Akademi Kepolisian (Akpol), Lester Cros sedikit demi sedikit mulai terkuak. Upaya perampokan terjadi di jalan tengah sawah Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, Minggu (25/11) dan diwarnai lima sampai enam kali letusan senjata api.

Ratman, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten mengatakan, tidak ada warga yang mengetahui persis jika itu aksi perampokan. Sebab, selain lokasi hanya jalan kecil beraspal, kondisinya juga sepi. ''Saya saat itu mencari rumput di sawah. Ada lima sampai enam kali letusan tetapi saya tidak menduga kalau itu adalah dari senjata api,'' ujar dia, Jumat (30/11).

Kejadiannya adalah Minggu (25/11) sekitar pukul 10.30. Saat mendengar letusan dia mendongak ke jalan dan tidak melihat apa pun. Bahkan tidak ada teriakan meminta tolong pascaletusan. Setelah kejadian dia memang sempat melihat ada tiga pemuda dengan satu sepeda motor berboncengan melintas.

Namun apakah mereka pelakunya dia tidak bisa memastikan karena jarak sawah dengan jalan sekitar 100 meter. Apalagi, di areal persawahan antara Desa Danguran dan Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, itu sering digunakan untuk arena berlatih anggota TNI sehingga warga sudah terbiasa mendengar suara tembakan.

Informasi jika aksi itu adalah aksi perampokan didapatnya setelah Senin (26/11) ada banyak polisi menyisir lokasi. Petugas mencari selongsong di lokasi dan rumput pinggir jalan dibersihkan agar ditemukan proyektilnya.

Seperti diberitakan, Kapolda Jateng, Irjen Dody Sumantyawan mengatakan Lester Cros nyaris menjadi korban aksi perampokan saat hendak ke Klaten menghadiri hajatan rekannya. Penjahat mengeluarkan tembakan meski tak melukai Direktur JCLEC Akpol itu. Meski kejadian sudah hari Minggu, informasinya baru terendus Kamis dan Kapolda tidak membeberkan lokasi kejadiannya. (SM, 30/11)

Janggal

Warga di pinggir Jl Yogya-Solo, Desa Trunuh yang ditemui justru merasa ada kejanggalan dengan aksi percobaan perampokan itu. Alasannya, jalan yang dilalui mobil Toyota Kijang Innova yang ditumpangi Direktur JCLEC itu bukan jalan yang lumrah dilalui mobil.

''Kalau tujuannya ke Kecamatan Wedi, kan lebih baik melalui Jl Raya Bendogantungan-Wedi yang ramai dan halus,'' ujar Jimin, warga lainnya.

Selain itu, sebelum kejadian mobil itu juga tidak pernah bertanya ke warga yang ada di pinggir jalan soal arah ke Kecamatan Wedi. Padahal banyak warga yang nongkrong di pinggir jalan. Sesampai di Jl Yogya-Solo langsung belok ke selatan menyusuri jalan tengah sawah.

Sepertinya, sang pengemudi sudah hafal jalan meski plat nomornya H (Semarang). Dia memang mendengar letusan tetapi dikira ban meletus atau anggota TNI sedang latihan.

Dia mengetahui itu aksi perampokan setelah ada petugas dari Polda datang pada Senin (26/11) ke lokasi kejadian. Kapolres Klaten AKBP Drs Suwarno saat diminta konfirmasi sedang ada acara di Bogor. (H34-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA