| Sabtu, 01 Desember 2007 | NASIONAL |
Tarif Rp 5.000/ OrangKA Ciliwung Blue Line DiluncurkanJUMAT (30/11) pagi, udara Jakarta cerah. Kesibukan di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, berbeda dari biasa. Banyak tamu penting dari Pemerintah Pusat atau Pemprov DKI Jakarta hadir disitu. Saat itulah dimulainya alternatif baru untuk mengatasi kemacetan Jakarta dengan angkutan masal berbasis rel, KA Ciliwung Blue Line. Tepat jam 08.15, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal meniup peluit panjang sebagai tanda peluncuran perdana KA Ciliwung Blue Line, kereta api khusus lingkar dalam Jakarta. KA yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal itu ditargetkan mampu menjadi jawaban atas kemacetan di Jakarta yang kian parah. Empat rangkaian kereta rel listrik (KRL) buatan PT INKA Madiun siap mengantar warga Jakarta ke berbagai pusat bisnis dan perkantoran. Tahap awal, dioperasikan empat gerbong, dengan kapasitas 400 penumpang. Jika ditambah toleransi 50 persen, maka bisa mengangkut sampai 600 orang sekali jalan. Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ronny Wahyudi mengatakan, peluncuran KA Ciliwung Blue Line merupakan jawaban untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di ibukota. KA ini dioperasikan atas kerja sama KAI, Pemprov DKI Jakarta serta Departemen Perhubungan (Dephub). ''KA sejauh ini membuktikan sebagai moda angkutan murah, hemat, ramah lingkungan serta sudah tersedia infrastrukturnya,'' katanya serius. KA Ciliwung, akan dioperasikan empat kali sehari, pada pagi dan sore hari saat jam berangkat dan pulang kantor. KA tersebut akan diawali dari Stasiun Manggarai-Tanah Abang-Duri-Angke-Kampung Bandan-Rajawali-Kamayoran-Pasar Senen-Jatinegara dan kembali ke Manggarai. Tarif normalnya Rp 5.000 per orang. Namun pada masa perkenalan, diberikan dikson menjadi Rp 3.500 per orang. Sama dengan tarif busway sekarang. KA buatan INKA Madiun itu dilengkapi dengan tempat duduk, AC serta jaminan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu, menurut Ronny, kehadirannya diharapkan bisa menjadi alternatif serta pilihan warga Jakarta untuk bepergian. ''Selain tarif bersaing, moda KA juga mempunyai kapasitas jauh lebih besar,'' ujar dia. (Budi Nugraha-59) |