| Sabtu, 01 Desember 2007 | NASIONAL |
Pesawat Turki Jatuh, 57 Tewas
ISPARTA - Musibah udara terjadi di Turki, kemarin. Sebuah pesawat domestik bertiket murah milik maskapai Atlasjet jatuh di daerah pegunungan di Turki baratdaya beberapa saat sebelum mendarat. Ke-57 penumpang dan awak pesawat tewas, kata para pejabat. Kepala Eksekutif Atlasjet Tuncay Doganer mengatakan penyebab musibah itu belum jelas mengingat kondisi cuaca saat itu normal dan pesawat tidak mengalami gangguan teknis. Menurut pejabat, seluruh orang dalam pesawat itu warga Turki. Pesawat MD-83 dengan 165 tempat duduk itu jatuh Jumat pagi beberapa saat sebelum dijadwalkan mendarat di Bandara Suleyman Demirel di Isparta, Turki tengah. Pesawat buatan McDonnell Douglas itu tengah dalam penerbangan dari Istanbul dengan 49 penumpang dan tujuh awak. Kecelakaan itu terjadi tidak jauh dari Keciborly, kota sekitar 12 km dari bandara Suleyman Demirel. Korban tewas, yang sebelumnya dilaporkan 56 orang, bertambah menjadi 57 karena seorang bayi di pesawat itu belum dihitung, kata Ketua Asosiasi Pilot Turki, Tuna Gurel, pada konferensi pers. Dia menambahkan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi tentang penyebab kecelakaan itu. Sebanyak 53 mayat telah ditemukan. Kotak Hitam Ditemukan Laporan-laporan media menyebutkan tim petugas darurat telah menemukan kotak hitam pesawat, yang diharapkan bisa mengungkap penyebab musibah tersebut. Turki kini sedang memasuki musim dingin dengan salju dan kabut bertengger di dataran tinggi negara itu. "Tak masalah langkah apa yang Anda ambil, yang pasti kecelakaan pesawat telah terjadi dan kami berpendapat 80 sampai 85 persen adalah karena kesalahan manusia," kata Menteri Transportasi, Binali Yildirim. Dia menambahkan, pemeriksaan berkala telah dilakukan terhadap pesawat itu. Para petugas pertolongan mencapai pegunungan tempat pesawat itu jatuh setelah beberapa helikopter militer melihat puing-puing pesawat naas tersebut. Sahin Kartal, yang kehilangan sepupu laki-laki dan menantunya, kemudian sampai di lokasi musibah di daerah pegunungan berhutan itu. "Pihak berwenang minta kami menunggu kabar sampai sekarang. Mereka mengatakan kepada kami bahwa pesawat lepas landas dan kemudian mendarat, namun kami tidak tahu mendarat seperti apa," jelas Kartal kepada Reuters. Seorang wartawan kantor berita Anatolian yang tiba di lokasi dengan helikopter militer menuturkan, dia melihat mayat-mayat berserakan di TKP. Barang-barang milik orang-orang itu berceceran di tebing bukit beserta puing-puing pesawat. Beberapa mayat penumpang masih terperangkap di kursi mereka. Sekitar 300 tentara kemudian menutup lokasi musibah untuk mencegah orang-orang mendekat saat tim forensik mengumpulkan sampel darah korban untuk identifikasi DNA. Otoritas menggunakan mesin berat untuk membersihkan pohon dari daerah perbukitan itu. Sejumlah ambulans tiba dan tim penyelamat mulai memindahkan mayat, yang akan dibawa ke rumah sakit-rumah sakit lokal. Televisi Turki menayangkan bagian tengah pesawat itu, dengan pintu darurat terbuka, di daerah pegunungan yang berhutan tersebut. Tampaknya, bagian depan dan belakang pesawat itu hancur. Pesawat itu hilang dari layar radar beberapa saat sebelum dijadwalkan mendarat di Isparta, sekitar 150 km sebelah utara resor Antalya, Mediterania. "Saat pesawat terbang rendah, pilot minta izin mendarat dan setelah menerima jawaban positif dari menara, kontak hilang," kata Anatolian mengutip wakil gubernur Tayyar Sasmaz.(rtr-niek-26) | ||||