SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 30 Nopember 2007

Kita tentu merasa lega ketika mendengar pemerintah telah menyiapkan sembilan kebijakan untuk mengamankan target pertumbuhan ekonomi 6,8 persen dan defisit APBN 2008 sebesar 1,7 prosen Produk Domestik Bruto (PDB). Inilah bagian dari upaya penyelamatan APBN agar tetap berjalan sesuai rencana karena bagaimana pun kita perlu memiliki skenario di tengah fluktuasi global yang kian mencekam. Terutama setelah terjadinya kenaikan harga minyak dunia secara amat tajam hingga mencapai sekitar 100 dolar AS per barel. Bagaimana pun stabilitas ekonomi juga berawal dari stabilitas anggaran pemerintah.

Di tengah dinamika yang berkembang di Palestina dan Israel, wajarlah gagasan jalan damai lewat konferensi di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat disikapi dengan penuh skeptisitas. Apa yang bisa diharapkan dari pertemuan yang umumnya hanya menghasilkan rekomendasi retorik, sementara tidak ada komitmen tulus untuk melaksanakannya? Apalagi semua tahu peran Amerika di tengah konflik Timur Tengah: terang-terangan berpihak kepada kepentingan Israel. Walaupun AS memuji hasil konferensi, tetapi sejumlah pengamat menyatakan hal itu sekadar simbol yang tidak menyentuh persoalan substansial.

Pola kerja yang cenderung kaku (formalistik) dan mengacu kepada culture of rule sering menjadikan urusan birokrasi menjadi sulit dan membelit, sehingga wajar jika kemudian PNS dipandang jelek kinerjanya.

BULAN Syawal sudah berakhir. Meskipun dimulai pada hari yang berbeda, nyatanya juga tidak ada persoalan atau pun gesekan sosial yang berarti. Masyarakat sudah tenggelam dalam menikmati kemesraan halalbihalal yang berlangsung nyaris sebulan suntuk.

BAHASA yang digunakan oleh media massa (bahasa jurnalistik) menempati posisi tersendiri, sebab bahasa jurnalistik lebih dahulu, lebih sering, dan lebih banyak sampai ke khalayak serta lebih banyak dipakai dan dijadi-kan acuan bagi masyarakat. Karena itu, bahasa jurnalistik berpengaruh besar bagi masyarakat.

Tiga tahun lalu suami saya dibujuk karyawan Solid Gold untuk menginvestasikan dana dalam bentuk saham di perusahaan tersebut. Karena tertarik keuntungan yang dijanjikan dia menginvestasikan tabungan masa depan sebanyak Rp 100 juta dengan janji keuntungan Rp 4 juta/bulan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA