logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Demo Goyang Sukawi

  • "Tidak Salah Kok Ditanya Terus"

SEMARANG- Seratusan orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng di Jl Pahlawan, kemarin. Mereka menuntut kasus dugaan korupsi dana tak terduga (TT) APBD Kota Semarang 2004 Rp 3,99 miliar, yang diduga melibatkan Wali Kota Sukawi Sutarip, segera dituntaskan.

Berjalan dari depan Patung Diponegoro menuju Kejati, pengunjuk rasa berteriak sambil membentangkan poster yang bernada menyudutkan Sukawi.

Mereka mengklaim gabungan dari Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI) Jateng, Forum Penyelamat Partai Demokrat Jateng, FPK Jateng, FNPI, FPBI, KAMMI Semarang, LSM Peduli Bangsa, GMD Kota Semarang, TEAM Pemburu Jateng, LSM Paneges, LSM Petir, LSM Berbakti Pertiwi, Laskar Merah Putih Jateng, LSM Lapemas Jateng, LMND Semarang, Papernas Semarang, Holy Institute, LPPH Semarang, tokoh masyarakat, LSM Ganas, GAN Jateng, dan LIRA Jateng.

Pengunjuk rasa juga menentang pencalonan Sukawi dalam Pilgub Jateng 2008.

Peserta aksi lainnya memprotes kinerja kejaksaan yang dinilai tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Juga mengkritik kebijakan-kebijakan Sukawi dalam Semarang Pesona Asia (SPA) sebagai penghamburan uang negara, dan rencana pembongkaran Pasar Johar sebagai kebijakan yang nyeleneh.

Sebelumnya, ketika dimintai tanggapannya soal kasus APBD, Sukawi hanya memberikan jawaban pendek. Ia terlihat enggan untuk menanggapi pertanyaan seputar kasus tersebut.

''Mesti kok gitu pertanyaannya. Wong jelas tidak salah kok masih ditanya terus,'' katanya di sela-sela pencanangan Gerakan Sejuta Pohon di kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Rabu (28/11).

Gebrak Meja

Setelah berorasi di halaman Kejati, sejumlah perwakilan demonstran antara lain Bambang Naing, Henry Pelupessy, dan Rahmulyo Adiwibowo diikuti belasan wartawan diterima Kasi Ekonomi Moneter Intel Pipuk Firman Priyadi dan jaksa intel yang menangani kasus dana TT, Chaidir Rein, dan kasi Sospol Suwanda di ruang pemeriksaan intel.

Wakil pendemo meminta Kajati Kadir Sitanggang dan Asintel Pudji menemui mereka. Karena keduanya tidak hadir, pendemo emosi, bahkan menggebrak-gebrak meja. Rahmulyo dan kawan-kawan meminta ketegasan tentang status Sukawi yang dalam ekspose perkara Februari lalu sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dana TT.

Jaksa menjelaskan, dalam ekspose tim intel yang menangani kasus dana TT memang memandang penyelidikan sudah cukup.

"Kalau masih di intel, namanya calon tersangka. Nanti kalau berkas-berkas penyelidikan ini sudah diserahkan ke Bagian Tindak Pidana Khusus, baru statusnya tersangka," kata Chaidir. (H30,H9-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA