logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Catatan dari KTT Ke-13 ASEAN (3-Habis)

Investor China Diundang untuk Garap Energi

PERTEMUAN ke-3 East Asia Summit (EAS) telah memfokuskan pada isu-isu terkait dengan ketahanan energi, perubahan iklim, perlindungan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan itu juga membahas mengenai arah kerja sama EAS serta berbagai isu politik regional dan internasional.

Pada pertemuan itu ditandatangani deklarasi "Singapore Declaration on Energy Security, Climate Change and Environment" yang akan dijadikan landasan peningkatan kerja sama antarnegara EAS dalam bidang-bidang tersebut. Di samping itu, deklarasi juga memberikan dukungan politis untuk keberhasilan pelaksanaan perundingan perubahan iklim guna menghasilkan Bali Roadmap yang akan memberikan arahan pelaksanaan perundingan guna menghasilkan internasional framework yang lebih komprehensif untuk menangani masalah perubahan iklim.

Pertemuan BIMP-EAGA menghasilkan joint statement yang intinya antara lain meningkatkan pentingnya implementasi BIMP-EAGA Raodmap, peningkatan kerja sama transportasi darat, laut, dan udara. Termasuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, penguatan partisipasi pemerintah daerah dan peningkatan kerja sama dengan development partner.

KTT IMG-GT ke-3 menghasilkan joint statement yang intinya menekankan pada pentingnya mempercepat pelaksanaan IMT - GT Roadmap for Development, penguatan peranan dan partisipasi pemerintah daerah, khususnya dalam mempromosikan perdagangan, investasi, pariwisata dan ikatan budaya melalui implementasi bersama Roadmap IMT-GT serta deklarasi untuk mendukung Visit IMT - GT Year 2008.

Ditekankan pula mengenai pentingnya membangun kerja sama di bidang energi, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

Pada pertemuan tersebut, Presiden SBY secara khusus menyampaikan upaya mempercepat program dan proyek IMT GT Roadmap yang telah disepakati pada KTT IMT-GT ke-2. Terutama pada lima economic connectivity corridor, termasuk Ranong-Phuket-Aceh sebagai economic corridor yang baru dan mengintegrasikannya dengan rencana pembangunan nasional serta mendorong semua instansi untuk membuat program dan proyek di wilayah tersebut.

Tak hanya mengikuti KTT tersebut, Presiden SBY juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Myanmar Thein Sein, dan Perdana Menteri China Wen Jiao Bao.

Demokratisasi Myanmar

Dalam pertemuan dengan PM Myanmar, Presiden berharap agar pemerintah Myanmar dapat segera menuntaskan komitmen melaksanakan proses demokratisasi melalui roadmap to democracy yang saat ini telah memasuki tahap ketiga yakni constitution drafting commission.

"Saya juga menyampaikan bahwa proses demokratisasi di Myanmar harus dilakukan secara inklusif serta paralel dengan upaya menjaga keutuhan wilayah dan kesatuan Myanmar. Saya menghargai upaya pemerintah Myanmar bekerja sama dengan Utusan Khusus Sekjan PBB Prof Ibrahim Gambari sebagai bagian good office Sekjen PBB dan berharap kerja sama tetap berlanjut di masa-masa mendatang," ujar SBY.

Sedangkan pertemuan dengan PM Singapura, Presiden antara lain membahas implementasi strategic partnership yang sangat baik dan akan terus dibangun.

Untuk itu akan menugaskan para senior official yang akan bertemu dalam waktu dekat ini di Beijing untuk merumuskan plan of action dari kesepakatan-kesepakatn kerja sama yang sudah disetujui sebelumnya.

Perdagangan kedua negara yang terus meningkat, hingga Oktober 2007 telah mencapai 18 miliar dolar (naik 32 % dibandingkan periode sama 2006). (Dwi Pamuji Sulis-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA