| Jumat, 30 Nopember 2007 | NASIONAL |
Jalan Panjang Legenda Rock (2-Habis)Saat "Kebaikan" Membawa Kesulitan
SIAL. Begitulah penilaian sejumlah koleganya menanggapi tertangkapnya Ahmad Albar dalam kasus narkoba kali ini. Saat usia tidak muda lagi, saat lelaki itu menemukan jatidirinya, justru kesandung masalah begitu berat. Penyanyi dangdut Iis Dahlia, menilai Iyek (panggilan akrab Ahmad Albar), bagaikan seorang malaikat, begitu baik hati, tidak mudah marah, dan rajin beribadah. Selain itu, ia merupakan orang yang tidak bisa menolak bila dimintai tolong oleh seorang teman. Sifat terakhir inilah, menurut Iis yang telah membawanya ke dalam kesulitan yang kini dihadapinya. Bila dengan teman, dia itu care banget. Dia tidak akan memperdulikan dirinya dan akan mendahulukan temannya dulu. ''Itu mungkin, satu hal yang mesti dia tahu. Tidak semua teman itu baik, dan terbukti Papa Iyek terkena imbasnya,'' ujar penyanyi yang dekat dengan Camelia Malik, adik dari Ahmad Albar. Indra, vokalis The Rain mengaku kejadian yang menimpa Ahmad Albar tidak menyurutkan kekagumannya terhadap seniornya itu. Menurutnya penyanyi kribo itu adalah legenda yang sangat diidolainya. ''Biar bagaimana pun saya mengagumi beliau sebagai seorang legenda musik, selain saya juga sangat ngefans terhadap beliau,'' ujar Indra. Dia berharap agar permasalahan Iyek segera temukan solusinya. Namun bila akhirnya dia terbukti bersalah, Indra berharap agar idolanya tersebut, bisa menemukan jalan yang lebih baik lagi. Sebagai band baru, Indra mengaku tidak takut bila para personel The Rain, tidak dapat menghindari pengaruh narkoba. Pasalnya, menurutnya, mereka sepakat untuk menghindari hal-hal yang menyimpang seperti narkoba. Lain dengan Ipang, vokalis BIP. Menurutnya, dirinya tidak bisa membayangkan kenapa seorang musisi harus memakai narkoba, misalnya untuk mencari inspirasi dalam bermusik. Sebuah karya menurutnya, tidak harus bermula dari buah inspirasi narkoba. ''Setelah teman-teman BIP sembuh, mereka tidak pernah menyentuh barang itu lagi, dan kita tidak pernah bikin karya mulai dari narkoba,'' ujar Ipang. Sementara itu, Dea Ananda mengaku tidak bisa mengomentari kejadian yang menimpa vokalis God Bless dan Gong 2000 itu. Pribadi Lain Jockie Soeryoprayogo, dalam sebuah wawancara di televisi, mengakui Ahmad Albar pernah dekat dengan narkoba, namun sudah lama ditinggalkan. Namun tahun 2004 lalu saat mereka berencana reuni sekaligus membangkitkan God Bless, dirinya mengaku sudah mempunyai kecurigaan terhadap Ahmad Albar. Sosok penyanyi berambut kribo itu, menurutnya, berlainan dengan sosok yang puluhan tahun dikenalnya. ''Saya tidak mengatakan dia pakai narkoba, saya mengatakan ada perubahan perilaku yang sangat signifikan. Semua orang tahu, dia adalah pribadi yang sangat menarik, rendah hati, dan sangat bersahabat, dan tidak temperamen. Tapi kemudian pada tahun 2004, bukan pribadi itu lagi yang saya jumpai,'' ujar Jockie yang pentolan band Kantata Taqwa ini. Dikarenakan, pada pertemuan tahun itu mereka berencana reuni dan membuat proyek musik maka, lanjutnya, dirinya berbicara empat mata dengan Ahmad Albar, dan memintanya jujur kepadanya. Pasalnya, saat itu berhembus kabar kalau dia memakai sabu-sabu. ''Jawabnya sesekali memang memakai tapi hanya untuk sosial saja. Selain itu, saat itu dia mengatakan akan berdisiplin pada waktu yang telah ditetapkannya dalam menghadapi gawe mereka, dan dia jawab Anda tidak perlu kawatir,'' lanjut Jockie. Menurutnya, untuk mengetahui seseorang memakai narkoba atau tidak, sebenarnya tidak perlu bertanya langsung kepada orang tersebut. Dia mengaku pernah menggunakan heroin dan morfin, pada rentang 1971 hingga 1975. ''Saya pernah menjadi junkies tahun 1971-1975, heroin dan morfin, sehingga Anda tidak perlu menjelaskan kepada saya Anda memakai atau tidak.'' Pernyataan dan sikap mengomentari koleganya tersebut yang mungkin dianggap kontroversial, dikarenakan dirinya tidak ingin melakukan suatu kebohongan publik. Menurutnya, dirinya tidak ingin jika bersikap semata-mata membela tanpa melihat fakta. Persoalan-persoalan yang sifatnya pertemanan menurutnya berbeda dengan persolan yang bersifat hukum. ''Bahkan itu sekalipun keluarga sendiri. harus dibedakan antara yang bersifat pertemanan, misalnya sesama musisi dan yang sifatnya hukum,'' tutur Jockie. (Wahyu Wijayanto-77) | ||||