| Jumat, 30 Nopember 2007 | NASIONAL |
NARKOBAFachri Albar Menyerahkan Diri
JAKARTA- Setelah jadi buron polisi, Fachri Albar menyerahkan diri. Menurut sebuah sumber, seorang artis senior menemuinya. Dia lalu mengontak Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka lalu janjian bertemu di sebuah hotel di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Hingga semalam (29/11), putra kedua Ahmad Albar itu masih berada di hotel tersebut. Polisi masih terus memeriksanya. Menurut humas BNN AKP Sulastiana, pemimpin penyidikan kasus tersebut adalah Direktur IV Tindak Pidana Narkoba dan Kejahatan Terorganisir Mabes Polri Brigjen Pol Indradi Thanos. "Soal Fachri saya nggak bisa bicara apa-apa. Besok Pak Dir (Indradi) berkenan menyampaikan informasi. Tapi hanya sebatas proses hukum yang berjalan saja," kata Sulastiana. Tentang penyerahan diri Fachri, juga dikemukakan adik Ahmad Albar, Camelia Malik. ''Saya mau katakan, Fachri tidak bersalah dan nanti akan hadir untuk klarifikasi, pastinya bersama dengan pengacaranya. Dia sudah berjanji, apakah hari ini (kemarin) atau besok (hari ini),'' ujar Camelia usai mengunjungi kakaknya, di Mabes Polri kemarin. Selama Fachri dalam pelarian, Camelia sempat berkomunikasi dengan keponakannya tersebut, melalui telepon. Namun penyanyi dangdut yang mempopulerkan hits ''colak-colek'' tersebut, tidak menyebutkan kapan berkomunikasi. Camelia mengaku tidak mengetahui dimana posisi Fachri saat ini. ''Dari suara saya tahu Fachri sehat, tapi saya hanya berkomunikasi lewat telepon. Dia tidak bermaksud lari atau menghindar.'' Mengenai ekstasi dan kokain yang ditemukan di rumah Iyek, panggilan Ahmad Akbar, Camelia mengaku tidak tahu. Kedatangannya ke Mabes Polri bersama tim pengacara untuk membantu kasus hukum Iyek. Menurutnya, Iyek dalam keadaan sehat, namun kurang tidur. ''Maklum karena dia juga mikirin anaknya, ada dua anaknya di rumah yang sedang sakit dan Fachri yang dianggap bersalah. Iyek hanya bilang, jaga anak-anak.'' Salah satu pengacara Iyek, Togar Manahan Nero mengatakan, dalam pertemuan dengan kliennya, rocker gaek tersebut telah menceritakan secara detail mengenai permasalahannya yang dideranya. Namun dia enggan menceritakan detail permasalahan yang diceritakan kliennya. ''Semua sudah dijelaskan Pak Albar, namun hanya kami informasikan kepada polisi. Bukan konsumsi umum, supaya tidak membuat rancu,'' ujarnya. Dalam kesempatan itu, Indradi meralat berat kokain yang ditemukan di kamar Fachri. Sebelumnya dia mengatakan, kokain yang ditemukan tersebut seberat 1,2 gram, setelah ditimbang hanya 0,3 gram. Dia menjelaskan, sepanjang tahun ini, totalnya kepolisian hanya berhasil menyita 300 gram, yang dipasok dari Bolivia dan Brasil. Mengenai sebutir ekstasi yang ditemukan di kamar mandi di kediaman Iyek, Indradi mengatakan, ketika ditemukan ekstasi tersebut dibungkus tisu. ''Dia membantah itu miliknya. Namun masalahnya, itu adalah barang pribadi miliknya,'' kata Indradi. Dia menegaskan, pihaknya belum menemukan indikasi bahwa Iyek terlibat dalam jaringan ektasi yang melibatkan Cheche yang berlindung di rumahnya. ''Belum ada benang merah yang menyatakan Ahmad Albar sebagai bagian sindikasi. Dia hanya berteman dengan Cheche dan Monas.'' Sedangkan alasan Cheche berlindung di rumah Iyek, menurutnya, karena bagian sindikat itu tidak mempunyai tempat lain untuk berlindung dan curhat segala unek-uneknya. (J21-49) |