| Kamis, 29 Nopember 2007 | NASIONAL |
Perlu Demonopolisasi Penyelenggaraan HajiBOYOLALI- Penyelenggaraan ibadah haji 2007, menurut penilaian Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin, belum memuaskan jamaah. Padahal, kegiatan itu dilaksanakan rutin tiap tahun. Itu sebagai akibat penyelenggaraan yang bersifat monopoli. "Saya tidak mengikuti dari jarak dekat, hanya memantau dari media massa. Masih ada masalah pemberangkatan, pemondokan, dan sedikit soal katering. Saya berpikir, kok masih ada masalah? Artinya tidak belajar dari penyelenggaraan sebelumnya," ujarnya, Rabu (28/11). Menurutnya, persoalan tersebut muncul karena monopoli pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) dalam penyelenggaraannya. Itu berpotensi terjadi "kesalahan" dalam mengurusi kebutuhan jamaah calon haji. Dia mengusulkan adanya demonopolisasi. Artinya ada pengurangan dominasi pemerintah dalam hal tersebut. Perlu ada pelibatan masyarakat dalam menangani penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Sri Suliati (39) calhaj kloter 4 asal Kabupaten Karanganyar sejak dua belas hari lalu harus berpisah dengan rombongannya berangkat ke Tanah Suci. Saat ini, dia menjalani perawatan (isolasi) di Rumah Sakit Lanud Adisumarmo Solo. Dia didiagnosa menderita penyakit varicella (cacar air) yang berpotensi menular kepada jamaah lainnya. (J5,J6-46) |