| Kamis, 29 Nopember 2007 | NASIONAL |
Cegah Efek Rumah Kaca, 89 Juta Pohon DitanamBOGOR-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mencanangkan aksi Tanam Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Bogor, Rabu (28/11) pagi. Pencanangan disaksikan langsung Menteri Kehutanan MS Kaban, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakri, Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, dan Menkes Siti Fadilah Supari. Musisi Iwan Fals disertai anak istrinya turut pula diundang dalam acara yang dihadiri sejumlah kepala daerah dan kelompok tani se- Indonesia tersebut. Menurut Presiden, aksi tanam 89 juta pohon itu merupakan komitmen masyarakat Indonesia untuk menanggulangi kerusakan iklim terkait pemanasan global. ''Harus kita sadari bahwa ada dua jenis bencana yang sewaktu-waktu bisa menghampiri kehidupan umat manusia. Pertama bencana karena kehendak alam, sedangkan yang kedua akibat ulah sembrono manusia,'' kata dia. Menurut SBY, bencana yang terjadi akibat ulah manusia terbilang sangat serius. Terbukti, efek rumah kaca yang memicu pemanasan global menjadi ancaman menakutkan setelah manusia tidak bisa mengendalikan diri memanfaatkan penggunaan bahan bakar fosil. Pembakaran, batu bara, minyak bumi dan gas alam yang berlebihan menjadi pemicu utama efek rumah kaca. Energi berbahan dasar fosil itu, ketika dipakai kelewat batas akan melepas gas berbahaya ke atmosfer bumi berupa karbon monoksida (CO). ''Gejalanya sudah kita rasakan sejak beberapa waktu terakhir. Hujan salah musim, kemarau berkepanjangan, dan permukaan air laut naik sehingga membuat tenggelam sejumlah pulau. Singkat kata bencana tersebut harus ditanggulangi sebelum menjadi musibah yang lebih besar,'' ingat Presiden. Energi Hijau Setelah berpanjang lebar menjelaskan tentang dampak rumah kaca bagi kehidupan umat manusia, Presiden mengajak masyarakat Indonesia menengok pada kemungkinan pengembangan energi hijau. Kemungkinan untuk menyelamatkan atmosfer bumi yaitu menanam pohon di seluruh Indonesia. Dia mengemukakan tidak ada kata terlambat untuk melaksanakan keinginan itu agar musibah terbesar akibat keteledoran manusia berupa effek rumah kaca tertanggulangi. Dalam sambutannya Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan Indonesia siap mewujudkan aksi penanaman 89 juta pohon secara bertahap. Awalnya sekitar 79 juta pohon siap ditanam secara serentak seiring pencanangan yang dilakukan Presiden. Sisanya, 10 juta pohon siap ditebar pada 1 Desember mendatang. Semua pohon itu melengkapi sebaran tanaman yang ada di hutan Indonesia seluas 102,3 juta hektare serta diyakini mampu menyerap emisi gas buang secara maksimal. Kemarin juga diserahkan penghargaan kepada Gubernur, Bupati, dan Kelompok Tani pemenang lomba Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Lahan (GNRHL) masa tanam 2005. Ada enam gubernur, di antaranya Gubernur Jateng Ali Mufiz dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, mendapat penghargaan untuk kinerja pemerintah provinsi. Selain itu, Bupati Pekalongan Hj Siti Qomariah juga memperoleh penghargaan serupa bersama lima bupati lain dari sejumlah wilayah di Indonesia. Sementara Kelompok Tani Rimba Jati Mukti I Grobogan dinyatakan mendapat penghargaan itu bersama dengan lima kelompok tani lainnya. (H41-62) |