| Kamis, 29 Nopember 2007 | NASIONAL |
Akhir Desember, KPU Sebar Maskot PilgubSEMARANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng menargetkan pada akhir Desember 2007 maskot Pilgub Jateng 2008 sudah terpasang di baliho-baliho di seluruh wilayah Jawa Tengah. Anggota KPU Jateng Slamet Sudjono mengatakan, maskot itu ditargetkan sudah tersosialisasikan di masyarakat, setelah petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK)-Panitia Pemungutan Suara (PPS) terbentuk. ''Keberadaan maskot tersebut merupakan hasil kerja sama KPU dan Badan Kesbang dan Linmas Pemprov Jateng,'' katanya, semalam. Namun pihaknya belum bisa membeberkan seperti apa bentuk maskot pilgub yang dibuat terkait penyelenggaraan pilkada langsung memilih gubernur Jateng itu. Slamet mengatakan, saat ini pihaknya sudah selesai menyusun regulasi terkait Pilgub, penyusunan rencana anggaran belanja, dan yang sekarang sedang berlangsung yakni seleksi anggota PPK-PPS. Dia menyatakan, respon masyarakat sangat antusias untuk menjadi badan penyelenggara Pilgub, sebagai contoh di Kota Semarang telah mendaftar 400 orang, Klaten sekitar 300 pendaftar. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Karanganyar, dan daerah lain. ''Sebelum agenda pemasangan maskot. Pada 3 Desember akan dilakukan penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) dari pemprov ke KPU. DP4 merupakan sumber KPU untuk menyusun data pemilih,'' katanya. Berdasarkan rapat koordinasi di Pemprov Jateng, pada 13 September lalu, data sementara jumlah penduduk yakni 34.721.846 orang dan jumlah DP4 26.666.966 orang. Lirik Cawagub Sementara itu, setelah Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, Bupati Kudus HM Tamzil, Bupati Kebumen Rustrinisngsing maju dalam Pilgub 2008, kini menyusul Bupati Banjarnegara Djasri mendaftarkan diri sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Kemarin (28/11), dia mengambil formulir pendaftaran di kantor DPW PKB Jateng. Pendaftaran orang nomor satu di Banjarnegara itu cukup mengagetkan. Pasalnya saat maju menjadi bupati, dia diusung oleh Partai Golkar. Keputusannya untuk maju ke pilgub, spontan mendapatkan perhatian serius dari Ketua DPD Partai Golkar Jateng yang juga cagub Bambang Sadono. Dia menilai langkah Djasri dari etika kurang tepat. ''Bisa jadi Bupati itu atas dukungan Golkar. Tentu langkah itu akan ada pertentangan bagi semua kader. Tapi bagi saya tidak masalah,'' tandas dia. Terkait dengan pencalonannya sebagai gubernur Jateng, HM Tamzil tidak menutup kemungkinan akan melirik partai lain, meski sudah mengembalikan formulir pendaftaran calon gubernur (cagub) di PDI-P. Dia mengaku di-deadline oleh DPP PPP sampai 31 Desember harus sudah ada kepastian dukungan dari partai. Dia juga diberi batas waktu sampai tanggal tersebut mengenai pasangan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampinginya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2008. Usai berkunjung ke kantor DPC PDI-P Sukoharjo, Rabu (28/11), Tamzil menegaskan, dia akan maju cagub dari PDI-P. "Namun jika sampai waktu jatuh tempo ternyata rekomendasi dari PDI-P soal cagub terpilih belum turun, tidak menutup kemungkinan kami akan maju lewat partai lain," katanya. (H7,H37,H44-46) |