logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Amien Dukung Duet Mega-Din

SUKOHARJO - Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Amien Rais melihat ada prospek yang bagus terkait kemungkinan duet Mega-Din yang mewacana akhir-akhir ini. "Kalau Mbak Mega (Megawati-red) memang jadi dengan Din saya kira hasilnya bagus sekali. Saya mendukung itu, nggak ada masalah kalau PDI-P menggandeng Muhammadiyah serta PAN, " katanya di Simposium Internasional, di Univeristas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (28/11).

Dia melihat, Din Syamsudin sebagai kader muda Muhammadiyah cukup populer di masyarakat. Selain itu, Din dianggap punya cukup pengalaman baik di bidang politik maupun sosial, bahkan samapi tingkat internasional. Megawati sendiri, menurutnya, masih punya dukungan massa yang besar.

"Kembalinya Mbak Mega ini juga seharusnya menjadi pemicu pemerintahan SBY-Kalla untuk terus memperbaiki pemerintahan kalau ingin terpilih kembali. Apalagi dukungannya masih besar, mungkin bisa menyelesaikan PR yang masih menumpuk," katanya.

Sementara, ketika disinggung kemungkinan pencalonan kembali dirinya pada pemilu presiden mendatang, dosen FISIPOL UGM tersebut menyatakan tidak akan ambil bagian. "Sekarang saya berpikir harus ada paradigma baru untuk Indonesia. Saya ada konsepnya, nanti saya serahkan pada angkatan muda. Kalau memang cocok silakan dipakai. Tetapi kemungkinan besar saya tidak akan maju capres lagi," ujarnya.

Sebatas Wacana

Meski sejumlah partai, seperti PDI-P dan Partai Golkar telah melakukan pendekatan politik, namun Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mengaku belum ada lamaran resmi terkait Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009.

"Saya harus berterus terang belum ada satu pun partai politik yang secara resmi meminta saya sebagai capres maupun cawapres. Saya merasa itu sebagai wacana saja, dan jadi ada nuansa gosip," ujarnya ketika ditemui usai menjadi pembicara dalam Simposium Internasional, di Univeristas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (28/11).

Mantan politisi Partai Golkar itu menjelaskan, kalau pun ada permintaan resmi, pihaknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu ke kader Muhammadiyah di seluruh elemen. "Kalau seandainya mereka menyatakan tidak boleh ya saya taati. Tetapi kalau setuju, saya akan melakukan dua hal, yaitu evaluasi diri apakah memang saya mampu dan cocok menduduki jabatan tersebut."

Kedua soal perhitungan politik ketika akan mengambil langkah tersebut, sehingga tidak asal maju. Hingga saat ini pihaknya masih berkonsentrasi dengan amanah yang diembannya di Muhammadiyah hingga 2010.(J6-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA