| Kamis, 29 Nopember 2007 | NASIONAL |
Ronaldo Tak Lagi ''Menyesal''
MANCHESTER- Manchester United memastikan diri menjuarai Grup F babak penyisihan Liga Champions, setelah Rabu dinihari WIB kemarin menundukkan Sporting Lisabon 2-1 di Old Trafford. Cristiano Ronaldo yang menjadi penentu kemenangan atas bekas klubnya itu, tak lagi menunjukkan ''penyesalan'' seperti ketika dia mencetak gol tunggal kemenangan MU dalam leg pertama di Lisabon. Dalam pertemuan sebelumnya, dia tak merayakan gol yang dibuatnya. Kali ini lain. Tendangan bebasnya saat injury time yang mengubah kedudukan menjadi 2-1, dia respons dengan kegembiraan yang eksplisit. Itu merupakan gol kelimanya dalam babak penyisihan Liga Champions musim ini. ''Saya sangat menghormati para suporter Sporting. Namun, kali ini mereka pasti paham. Keadaannya berbeda,'' ujar pemain timnas Portugal itu. ''Mencetak gol adalah pekerjaan saya dan Manchester United adalah klub saya. Itu gol indah yang harus disambut gembira,'' tuturnya kepada para wartawan. Juara Grup Dia menjelaskan, kemenangan selalu penting. Tetapi, keberhasilan menundukkan Sporting punya makna lain karena memastikan ''Setan Merah'' menjadi juara grup. ''Kami tak bermain bagus pada babak pertama. Tetapi, kami berubah pada babak kedua, sehingga banyak peluang tercipta,'' katanya. Dia menyebutkan, kemenangan selalu penting. Tetapi keberhasilan kali ini punya makna lain, karena memastikan MU menjadi juara grup. Tiga poin itu dipetik dengan susah payah. Bahkan mereka tertinggal dulu lewat gol Abel pada menit ke-21. Baru pada menit ke-60 tuan rumah menyamakan kedudukan melalui pemain pengganti, Carlos Tevez. Akhirnya kemenangan didapat berkat kehebatan Ronaldo dalam mengeksekusi bola mati. ''Itu tembakan yang luar biasa. Dia pernah melakukannya dan selalu berusaha keras untuk mengulanginya,'' kata pelatih Alex Ferguson. Fergie menyebut Ronaldo sebenarnya merasa berutang pada klub lamanya. Pemain itu sadar Sporting merupakan klub yang membesarkannya, hingga direkrut MU. ''Dia menghomati klub lamanya.'' Kemenangan itu melegakan pasukan Fergie, karena dalam babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur, lawannya adalah salah satu runner-up grup. Kepastian menjadi juara grup, menjadikan partai terakhir melawan AS Roma pada 15 Desember nanti kemungkinan digunakan sebagai ajang untuk menurunkan para pemain cadangannya. Terlebih empat hari kemudian mereka bakal menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Utama Inggris. ''Sangat berarti karena di Roma nanti saya bisa menggunakan semua pemain yang saya miliki. Tetapi, bakal ada satu atau dua orang yang tak akan sana. Kami harus mempersiapkan diri menghadapi partai penting melawan Liverpool,'' ujar Fergie.(rtr,tok-22) | ||||