| Kamis, 29 Nopember 2007 | NASIONAL |
Ulama Diminta Kembali ke ''Barak''
SURABAYA- Menteri Agama Maftuh Basyuni meminta para ulama dan kiai kembali berkonsentrasi membina umat Islam melalui ponpes dan madrasah. Jangan terlalu banyak terlibat dalam urusan politik praktis. "Kalau TNI sudah kembali ke barak, maka seharusnya kiai masuk ke barak masing-masing yakni ponpes dan madrasah," kata Menag saat peresmian Masjid Al Istiqomah di Jember, Rabu (28/11). Memang, pascareformasi kiprah kiai di lapangan politik makin luas. Sejumlah kiai di NU, Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya memegang peran penting di sejumlah partai. Misalnya, di PKB, PKNU, PPP, Partai Golkar, PBR, PBB, PKS, dan partai lainnya banyak kiai berkiprah di dalamnya. Bahkan, PDI-P yang dikenal partai berhaluan nasionalis sekuler membentuk Baitul Muslimin Indonesia untuk mengakomodasi kepentingan kelompok Islam politik di partai tersebut. Menag mengingatkan, akhir-akhir banyak ponpes dan madrasah kehilangan guru mengaji dan guru agama. Sebab, guru mengaji dan kiai ponpes lebih menekuni dunia politik dibanding dunia pendidikan keagamaan. Banyak kiai beralih profesi. "Ada yang jadi anggota yang terhormat dan lainnya. Makanya kalau bisa sekarang juga kembali (ke barak)," katanya. Peringatan itu tak dimaksudkan ponpes dan kiainya sekarang melupakan tugas pokoknya mengajarkan ilmu agama dan menyampaikan dakwah. Menag berharap masyarakat pesantren lebih mendapat pengayoman. "Politik juga wasilah. Tapi lebih bagus mereka menciptakan kader politik Islami," jelasnya. Menag berjanji setelah mengabdi di pemerintahan tahun 2009 nanti, dia juga akan kembali ke komunitas ponpes. Menag asal Kabupaten Rembang, Jateng ini sebelumnya dikenal sebagai santri yang kemudian beralih profesi sebagai birokrat. Sebelum menjabat Menag, Maftuh Basyuni pernah menjabat sebagai Dubes di Arab Saudi dan diplomat karir di Departemen Luar Negeri.(G14-77) | ||||