| Selasa, 27 Nopember 2007 | NASIONAL |
14 Proyek Diminati di CJIBF
SOLO - Sebanyak 14 proyek diminati para investor dalam Central Java Infrastructur Business Forum (CJIBF) 2007. Dalam forum itu, 16 investor menandatangani letter of intent (LoI) proyek-proyek tersebut. Proyek-proyek yang diminati itu adalah infrastruktur (4 proyek), manufaktur (2), pertambangan (2), pertanian (3), dan properti (3). Dari jumlah proyek itu, 11 di antaranya memiliki total nilai investasi Rp 6,259 triliun. ''Untuk akselerasi bagi realisasi proyek investasi yang diminati investor, Pemerintah Provinsi Jateng dan Kadin Jateng telah membentuk tim evaluasi dan monitoring serta percepatan LoI pasca-CJIBF,'' kata Ketua Kadin H Solichedi, semalam. Dalam forum bisnis yang dibuka Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA itu dihadiri anggota DPD asal Jateng Ir H Budi Santoso, Ketua Hipmi Pusat Sandiaga S Uno, Deputi Menteri Perekonomian Bambang Susantono, Kepala Badan Penanaman Modal Jateng Drs Agus Suryono MM, Ketua Hipmi Jateng Kukrit Suryo Wicaksono MBA, perwakilan 35 kabupaten/kota se-Jateng, serta investor dari dalam dan luar negeri. Dalam kesempatan itu juga ditandatangani nota kesepahaman kerja sama antara Kadin Jateng dengan mitra asing yang dilakukan Ketua Kadin Solichedi dan Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri dan Perdagangan Kukrit Suryo Wicaksono. Yakni dengan INBC (Indonesia Norwey Business Council), Bricham (British Chamber of Commers In Indonesia), THP Group PTY Ltd Australia, INA (Indonesia Natherland Association), dan ICCC (Indonesia Canada Chamber of Commerce). Gubernur Ali Mufiz berharap realisasi dari proyek-proyak yang sudah ditandatangani LoI-nya itu bisa segera diwujudkan investasinya. Pihaknya berharap pada pertengahan 2008 nanti lebih dari sepuluh proyek itu sudah jadi dan diresmikan. Klaster Industri Sementara itu, dalam talkshow di sela-sela CJIBF, di Hotel The Sunan, kemarin, Bupati Kudus Ir HM Tamzil MT mengatakan, Jateng perlu menerapkan sistem kluster industri. Dengan menerapkan sistem itu, akan dapat ditampung banyak tenaga kerja. Dia mencontohkan, dalam klaster industri rokok di Kudus, di luar pabrik rokok itu dibentuk klaster kelontong. Pembicara lain dalam talkshow yang dimoderatori anggota DPRD Jateng Khafid Sirotudin itu, Kepala BPM Jateng Agus Suryono mengatakan, pihaknya sangat mendorong tumbuhnya kawasan industri dan perbaikan sektor pariwisata di daerah-daerah. (G8,bt-62) | ||||