| Selasa, 27 Nopember 2007 | NASIONAL |
Keluarga PasrahBREBES- Setelah pencarian tidak kunjung membuahkan hasil, keluarga korban penculikan anak kelas satu SD Randusanga Wetan 2 Lovita Riska Ananda (6), pasrah atas keadaan atau nasib anak mereka. Orang tuanya Warsani (30) dan Yulyanti (29) mengaku sudah tidak dapat berbuat apa-apa dan menyerahkan kasus itu kepada polisi. Lovita diculik Sabtu (19/11) oleh keluarga korban, Nurhayati. Warsani, Senin (26/11), mengatakan hasil pencariannya ke sejumlah tempat yang diduga persembunyian penculik Nurhayati (35) tidak ada hasilnya. Bahkan penculik yang sebelumnya pernah menghubungi salah satu keluarganya lewat telepon, kini tidak lagi . "Kalau dia menghubungi lagi, kami akan membujuk supaya menyerahkan anak kami. Kami bersedia memenuhi tuntuntannya membayar Rp 10 juta," ujarnya. Terkait ancaman penculik yang akan menjual Lovita jika tidak menyerahkan uang, Yulyanti mengatakan yakin penculik tidak akan berbuat senekat itu. Pasalnya pelaku dan Lovita masih keluarga. Namun dia berharap pelaku mau menyerahkan anaknya dan menyelesaikan masalah secara baik. "Kami mau bertemu dengan Nur dan memenuhi tuntutannya. Tapi tolong bawa pulang dulu anak saya dengan keadaan selamat," katanya. Kapolres Brebes AKBP Drs Firli MSi melalui Kasat Reskrim AKP Marsudi Raharjo SH mengatakan penyelidikan yang dilakukannya atas kasus penculikan itu sudah ada perkembangan. Namun tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan. Sedangkan terkait dugaan penculik membawa korban ke Pemalang, ia mengatakan sudah menyelidikinya dan penculik tidak ditemukan di daerah tersebut. (J16-77) |