| Selasa, 27 Nopember 2007 | NASIONAL |
Tak Ada Istilah Berbagi TiketMILAN- Sebuah hasil seri akan membuat Inter Milan melaju ke babak knock-out Liga Champions musim ini. Hasil imbang juga akan sangat memudahkan wakil Turki, Fenerbahce, dalam upayanya membuka jalan menuju ke ''16 besar''. Tetapi kedua tim yang akan bertemu di San Siro Milan, Rabu (28/11) dinihari WIB nanti, jelas tak akan bermain mata. Mereka tak mau membagi angka dan menistakan sportivitas demi selembar tiket perdelapan final. ''Mereka tim yang kuat, tetapi kami adalah tim terbaik di Italia saat ini,'' kata pelatih Inter, Roberto Mancini. ''Kami kalah di Istanbul. Tetapi sekarang situasinya sudah sangat berbeda. Kami akan memenangi pertandingan ini,'' tegasnya. Di Grup G tersebut, Inter baru sekali menderita kekalahan dari empat pertandingan. Satu-satunya kekalahan itu mereka derita dari tim yang akan mereka jamu dinihari WIB nanti, yakni Fenerbahce (0-1) ketika bermain di Sukru Saracoglu Istanbul, September silam. Faktor itulah yang tampaknya membuat Inter sangat ingin menang. Ketenangan Sebaliknya bagi Fenerbahce -yang sejauh ini belum terkalahkan- ada modal besar yang sulit ditandingi. Mereka punya ketenangan. Pasukan Zico itu sangat lugas dan dingin bahkan ketika mereka bermain di luar kandang. Keberadaan trio Brasil Roberto Carlos, Alex, Deivid, plus Mateja Kezman, Diego Lugano, Stephen Appiah, benar-benar membuat 17 kali juara Liga Turki itu mantap dalam bertahan dan menyerang. ''Kami kuat karena kami punya keinginan untuk menjadi yang terbaik. Saya menyukai tim ini dan saya yakin kami akan melaju,'' kata Roberto Carlos, yang selama 11 tahun menjadi pemain paling penting di blok pertahanan Real Madrid. Fenerbahce semakin rileks karena adanya fakta bahwa dua pesaing di grup itu, CSKA Moskwa dan PSV Eindhoven, sangat sulit untuk lolos. Jika PSV kalah di Moskwa, Fenerbahce sudah pasti melaju ke babak selanjutnya kendati kalah besar dari Inter. Tapi, Fenerbahce tak hanya bermimpi lolos ke putaran sistem gugur. Lebih dari itu, mereka ingin memupus tradisi buruk setiap kali bermain di tanah Italia. Selama ini, dalam lima kali tandang ke ranah Azzurri, Roberto Carlos dkk tak sekalipun pernah mencatat kemenangan. Menang, lolos, dan mempertahankan kehormatan, itulah tekad tim berjuluk Kenari Kuning tersebut. (rtr,F3-40) |