logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 SALA
Line

Seribu Warok Akan Demo Malaysia

WONOGIRI - Sekitar 1.000 warok (seniman-red) reog dari berbagai kota di tanah air, Kamis (29/11) mendatang akan menggelar aksi demo ke Kedubes Malaysia di Jakarta. Aksi ini sebagai reaksi kepada Malaysia yang mengklaim reog sebagai kesenian nasionalnya.

Ketua Paguyuban Reog Indonesia (PRI) H Begug Poernomosidi, Minggu (25/11) menandaskan, bangsa Indonesia khususnya para warok, sangat tersinggung atas klaim itu. Karena itu mereka harus tegas menyikapinya. ''Kami tak ingin bangsa Indonesia diremehkan dan dilecehkan,'' tegas Begug, yang juga Bupati Wonogiri.

Seribu warok yang akan demo itu, merupakan perwakilan para seniman grup-grup reog dari seluruh pelosok Indonesia.

''Tapi kami membatasi, peserta hanya perwakilan reog di Jakarta dan sekitarnya serta Ponorogo sebagai bumi asal muasal kesenian reog yang legendaris itu,'' katanya.

Reog dadak merak, tandas Begug, merupakan kesenian khas Ponorogo, dan itu telah menjadi miliknya bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, kesenian tersebut telah menyebar ke seluruh Nusantara dan memiliki sekitar 800 group.

Setiap tahun, kesenian tersebut dilombakan di alun-alun Ponorogo memperebutkan piala bergilir Presiden. Reog Singo Giri Pemkab Wonogiri, selama lima tahun terakhir selalu menjadi langganan juara pada festival tersebut.

Gamelan Diklaim

Sebagai pemimpin reog seluruh Indonesia, Begug yang juga warok bergelar Kanjeng Pangeran (KP) Candrakusuma Ki Ageng Andana Warih, menyatakan, ''kebangeten'' (keterlaluan-red) jika Malaysia mengklaim reog sebagai seni budayanya. Meskipun negeri Jiran menyebutnya sebagai kesenian barongan, yang dikait-kaitkan dengan kisah dari zaman Nabi Sulaiman.

Juga diklaim pula musik gamelan, kuda lumping, dan angklung sebagai milik Malaysia. Sebab gamelan diperkenalkan ke Pahang saat pemerintahan Sultan Ahmad Muadzam Sheh.

Menyikapi klaim-klaim tersebut, Begug mendesak agar pemerintah RI segera melakukan klarifikasi.

''Agar Indonesia sebagai bangsa besar yang menjunjung tinggi seni budaya tradisinya, tidak diremehkan dan dilecehkan oleh Malaysia,'' katanya. (P27-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA